*suatu hari di bulan Januari 2008*
“Bu Anggun..Bu Anggun”
heuu..kadang saya masih geli sendiri ketika itu, mendengar sapaan dengan kata "BU" di depan nama.
Bulan yang penuh dengan kejutan, pertama kali berdiri di depan mereka, memberi materi tentang pangkat tak sebenarnya kalo ga salah. Merasa ga pede karna saya kalah tinggi dari beberapa di antara mereka. Selalu deg-degan di minggu-minggu pertama tiap jam pelajaran saya tiba. Tapi waktu berjalan, makin lama pun makin terbiasa. Selalu exciting tiap pulang ke rumah, ga sabar pengen cerita ada kejadian apa aja hari ini di sekolah.
***
Iya, kalo boleh dibilang pengalaman ini adalah impian jadi kenyataan. Siapa sangka anggun usia 7 tahun yang ketika ditanya ingin jadi apa dan bilang pengen jadi guru, belasan tahun kemudian pun menjadi seperti apa yang diiinginkannya.
Dan kalo ditanya, apakah mimpinya berujung indah?? Ahhh ini mah lebih luar biasa dari yang bisa saya bayangkan
Tak pernah menyangka bisa bertemu temen-temen guru, nu sundana mah siga lanceuk sorangan. Tiap hari siga na ateul mun teu seseurian teh hehehe.
Temen – temen yang pada ridho berbagi bekelnya, diabisin sarapannya *haha*.
Temen – temen yang tahan banget denger suara emas saya kalo lagi nyanyi nu ceuk pa manager mah mirip2 suara printer hitam itu kalo sedang beroperasi *makasih juga ya printer, mau maunya disamain ama saya, sakitu kamu teh udah bageur pisaaan, ngprint semua gawean saya =p hehe*.
Temen – temen yang mau berbagi ilmu tiap rabu pagi di tausyiah guru.
Temen – temen yang super kreatif dengan metode ngajarnya ataupun ide pensinya.
Temen – temen yang patunjuk-tunjuk kalo bagian milih siapa yang jadi pembina upacara atau pemberi khutbah jumat.
Temen-temen yang dengan sangat teganya bilang saya camihmil, al baqarah, gawena mun teu heuay berarti ngagayem, yang bilang syal rajutan saya siga keset bahkan kornet, yang bilang “anggun mah enak ya kalo tenggelam, tinggal kembungin pipi jadi pelampung deh” (-_-")
Ahh ridho saya mah dibilang gitu juga daaa, maaf yaa saya ge sok teu sopan, ceplas ceplos..
suka nyirikan nu teu bisa naek motor *padahal saya ge teu bisa, tapi kan saya mah cewe dan bukan pi-manager-eun hehehe..so what?*suka nyirikan badak, jebrag, galon, demplon, al fill (duh astagfirullah)..
maaf juga kalo lagi bête teh suka ujug-ujug baeud. Terimakasih sudah menerima saya menjadi bagian dari kalian :) akan kurindukan rapat tiap kamis sore, for sure.
Hmm.. Kalo ngomongin tentang murid.. ahh ini lebih amazing lagi =P lincah, hobi berolahraga, hobi berkesenian, pintar, aktif, kreatif, cerewet, pendiam, pundungan, heboh, hobi teriak-teriak, pemalu, penuh percaya diri, kritis .. iya, berjuta karakter, berjuta minat dan bakat..
Mereka dengan suksesnya memberikan banyak cerita di blog saya ini .. mulai dari novianto dengan tipuan siomaynya, fakhrul yang pernah bilang saya lebih keren daripada bob marley, gugum dengan surat narutonya, ishak dengan celotehan tentang soal matematika, nizham dengan ttsnya, difa yang bisa ngumpet di loker sampai yang terakhir tentang kelas 7D dengan heureuyan bebz-nya .
Yup, begitu banyak cerita seru saya lewatkan bersama mereka, yang mungkin tak semua bisa saya tuangkan dalam tulisan di blog, tapi yang pasti terukir manis di dalam hati, seperti serunya main bebentengan bersama kelas 7B, ucing sumput dengan 7C, dan latihan paduan suara untuk lomba di peringatan sumpah pemuda bersama 7A *jadi inget lagu waktu hujan sore sore hehehe.. dan kalian masuk 4 terbaik kan yaa waktu itu?? =P*
Tak kan pernah juga saya lupakan riweuhnya bawa 13 anak mentor saya ke BIP..haha judulnya ngasuh, yang satu pengen beli buku ke gunung agung, yang satu pengen beli boneka buat adiknya, yang satu pengen beli gelang, yg satu pengen kemana, yang lain pengen kesitu.. ahirnya bolak balik lah si saya, anter yg ini kesana, yang itu kesitu, titip pesen jangan kemana-mana sampai bu anggun kembali pun terjadi hihihi seruuu.
atau ketika lagu rasa sayange dan "pantun pantun jenaka" kreasi sendiri mengantarkan kami (mentor bu anggun) menjadi juara dua di lomba perkusi antar mentor acara malam cinta rasul
*maaf pa rudi, pa dadan, bu irma yg sudah rela berkorban dijadikan tema pantun kami hihihi..makasih yaa*
*makasih juga buat LSS, ide ini datangnya dari *ritual suci* kita di setiap perjalanan ke luar kota hehe*
emmm.. Asih Putera.. ya kalo dikatakan rumah kedua, memang begitulah keadaannya. Tempat saya menghabiskan banyak waktu saya setiap harinya.
Dulu sempat ragu ketika mengikuti tes menjadi pengajar di sekolah ini. Ikutin terus prosesnya ngga yaa? Saya ragu..atau katakanlah takut, melihat sekolah dengan nuansa islami yang begitu kuat.. berpikir apakah saya sanggup bersosialisasi di lingkungan tersebut *jujur saja ketika itu, saya masih menganut aliran bebas..hehe maksudnya rada metal kitu lah, masih hobi pake celana jeans pensil, pake rok cuma kadang-kadang kalo lagi pengen, gararetek kalo pake gamis, ngaji kalo lagi getol nya getol, tapi kalo lagi males teu maksakeun, apalagi buat ngapalin quran, ahh tong ditaros kedulna kumaha eta mah..duh astagfirullah* ..tapi ketika itu papah meyakinkan dengan kata-kata kurang lebih seperti ini “kalo memang itu akan mendekatkan kita pada bekal di akhirat, kenapa mesti ga diambil?”.. dan akhirnya saya pun memutuskan “yaa..akan saya teruskan prosesnya”..sampai Alhamdulillah akhirnya diterima.
Dan sekarang, saya benar-benar bersyukur punya papah seperti pa oos ..heheh.. ga menyesal saya memilih bekerja di sini. Dimana lagi saya bisa menemukan tempat kerja yang benar-benar memberikan kesempatan untuk shalat dhuha setiap hari, shalat wajib tepat waktu, ayat suci alquran selalu terdengar dilantunkan setiap harinya, dan menghapalkannya adalah bagian dari agenda kegiatan sehari-hari. Tausyiah rasanya selalu ada saja setiap saat, ketika datang bahkan sampai saat berkumpul sebelum pulang sekolah. Iya, di sini saya tak hanya mendapatkan ilmu dunia tapi juga ilmu akhirat..alhamdulillah =)
Waktu berjalan, hampir 2,5 tahun saya lalui di asih putera dengan teman seperjuangan dan anak didik yang luar biasa. Dan ternyata 2,5 itu pun jadi angka penyudah, mencukupkan perjalanan indah ini.
***
15 Juni 2010
Saya sudah merencanakan agenda hari ini, sejak seminggu sebelumnya. Sejak surat cinta itu saya layangkan pada yayasan lewat biro tata usaha. Surat cinta yang temanya pengunduran diri.
Hampir semua rekan-rekan guru sudah tahu tentang niat saya ini, untuk berhenti mengajar di asih putera, tapi mereka belum.. murid-muridku belum. Dan akhirnya dengan keberanian seadanya *yang sungguh di-ada-adain sejak sehari sebelumnya* saya berusaha mengungkapkan perpisahan di hadapan mereka. Berbekal juga amanat dari Pa Seno, sang biro TU "bilang aja ke anak2 ya bu, ceritakan semua, jangan sampai ada prasangka..cari waktu yang tepat" dan saya pikir hari ini adalah waktu yang tepat, ketika uas semester genap selesai dilaksanakan
Duduk di atas panggung kebesaran di mushola besar, tempat murid pemberi kultum setiap pagi duduk, tempat pemateri kalo lagi ada kegiatan MOS, malam cinta rasul atau gema cinta ramadhan berdiri menyuguhkan banyak ilmu untuk kami, tempat anak2 dan guru menampilkan pensi mereka yang super duper kreatif, tempat penyerahan piala dari prestasi membanggakan murid-murid kami.
Iya, di situ saya duduk ditemani teman-teman luar biasa saya.. saya sebagai center, dan di hadapan kami, duduk pula mereka yang sudah bersiap untuk pulang, tas di pangkuannya, tapi tahu belum waktunya karena surat al ashr dan doa akhir majelis belum kami baca bersama-sama. Terlihat sedikit kebingungan mungkin ya, ini kenapa guru-guru ngararumpul semua *hehe biasanya cuma beberapa guru yang mengantar kepulangan mereka selepas sholat asar berjamaah di mushola besar*
Dan mulailah saya berbicara..semalaman saya merangkai kata2 dengan harapan nanti kecepatan saya mengucapkannya tak kalah cepat dengan aliran air mata yang saya yakini pasti akan mengalir *maklum cengeng is my middle name hehe*
Dimulai dengan cerita tentang cita-cita yang tercapai, sampai akhirnya pada bagian saya bilang saya punya harapan lain, cita-cita yang lain, keinginan yang lain tapi tak bisa meraihnya bersama-sama dengan mereka.. fyuuuuuuuuh..
Sesuai dengan bayangan, "pidato perpisahan" ini disampaikan dengan uga eugeu, terbata bata, banyak tarikan nafas, nahan ngingsreuk, tersendat-sendat..tak mulus lah pokonya, meski selamat sampai tujuan
and yup..this is it. akhir kisah saya di asih putera.. sama seperti jawaban saya pada lulu, salah satu anak mentor saya, ketika dia bertanya, kenapa saya berhenti
life is about choices, neng..and i choose to start a new life but without AP in it.
Yaa, ini pilihan saya untuk berjalan dengan cita-cita yang baru dan AP akan saya jadikan kenangan tak terlupakan.
Perjalanan barunya masih panjang sodara-sodara, bahkan setengahnya pun belum terlewati. Dan inilah langkah besar pertama yang saya ambil dengan harapan ke depannya segala tantangan lebih mudah untuk dilalui.
Wahai kalian semua orang orang tersayangku, yang dengan "jahatnya" saya "tinggalkan" :( mohon maaf atas semua khilaf yaa, inilah anggun yang sangat jauh dari sempurna, tapi sungguh selama ini, inilah anggun yang insyaAllah berusaha untuk selalu jadi yang terbaik sebagai teman kalian, rekan kalian, bawahan kalian, dan juga guru kalian.
Air mata yang menetes di momen perpisahan ini, semoga jadi saksi yang makin menguatkan ukhuwah kita yaa, tetap saling mendoakan dan menyayangi di atas ridhoNya hingga nanti kita pun bisa berkumpul kembali di jannahNya
Terima kasih untuk 2,5 tahun yang penuh cerita suka duka, 2,5 tahun yang luar biasa.
Mohon do'anya.. life is getting hard in here *and unfortunately i have to face it without u all by my side* ..
bismillah..

malem hari di perjalanan pulang dari sekolah sehabis ngajar asrama..
Mulai lah suara saya agak tinggi "kalo masih mau dimaenin itu layangan, nanti ibu sobek"
dan tau kah anda jawabannya
"heee..ga usah repot2 bu, sobek sendiri aja"
dan setelah berkata seperti itu disobeklah sang layangan dilanjutkan ketawa cengengesan (lagi)
dan aku pun percaya, kamu bisa anak2ku :) doa ku selalu..
*mudah2an sanggup mengemban amanah ini,, Ya Alloh,, berilah kemudahan..amin*
Ketika itu selasa sore sehabis mengajar..
semoga bapa sehat-sehat saja yaaa.. dan selalu ada dalam kebaikan! amin..
seminggu yang lalu..saya genap berusia 24 tahun.
Kita meminta kekuatan...dan TUHAN memberi
kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijaksanaan...dan
TUHAN memberikan kita masalah2 yang harus kita pecahkan.
Kita meminta kemakmuran...dan TUHAN
memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.
Kita meminta keberanian...dan
TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.
Kita meminta cinta...dan TUHAN
memberikan orang-orang yg dalam kesulitan untuk kita bantu.Kita meminta pertolongan...dan TUHAN
memberi kita kesempatan
“ Kita tidak menerima apa yang kita inginkan....,Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. "
dan ketika itu, saya jadi teringat akan doa-doa saya.
bismillahirrahmanirrahhim.. semoga ketika sabar itu didapat, berujung manis akhirnya =)
ga asik kalo liburan tanpa jalan-jalan =P..alhamdulillah, liburan sekolah kemarin sempet bermain-main ke pulau umang bersama oos united dan rekan-rekan divisi engineering PT Telkom alias temen-temen kantornya papap -yang-hobi-banget-jalan-jalan-dan-bikin-kami-seneng-dengan-hal-itu ^^nah sampai akhirnya tiba pada pertanyaan
"mba..mba..sebenernya mba itu item atau putih sih?"
..siiiiinnnng.. *ini saya lagi bingung jawab apa* "mm..kata naufal gimana?"
"item"
=(.. *ini saya lagi aga manyun* " ga papa lah naufal, item juga da cantik"
"ngga, mba ga cantik soalnya mba gendut"
Sampai suatu hari kepercayaan diri saya kembali..
Saya senaaaaang, cukup banyak yang menulis suka pelajaran matematika. Boleh donk saya geer dikit, karena yg ngajar mereka matematika adalah saya..hahahah =D
Lebay yahh? memang lebayy.. tapi sekali lagi anak kecil (biasanya) tak pernah berbohong..
Membaca namanya di wall - profile facebook seorang teman yang sedang kuliah di Jerman. Kala itu ada rasa penasaran muncul di hati, emang ada apa dengan almarhumah? ko saya baru denger namanya, tapi tampaknya beliau telah berbuat sesuatu hingga membuat teman saya itu menanyakan keadaan Jerman selepas kepergiannya..
Namanya Marwa Al-Sharbini, ibu satu anak yang kala itu sedang hamil tiga bulan. Beliau meninggal dengan 18 tusukan di tubuhnya =(malu, sungguh malu.. =(
Suatu sore *kalo ga salah* di Bulan April di Masjid Salman
Tapi ketawa-ketawa sama temen, siapa sih yang ngga seneng? tul ngga? apalagi kalo pas lagi kumpul-kumpul udah lama ga ketemuan. Huuu seneng banget rasanya cerita-cerita menertawakan kebodohan di masa lalu atau berbagi cerita lucu yang dialami di kehidupan sekarang-sekarang ini.
Lingkungan yang penuh tawa ini alhamdulillah saya dapatkan, baik di lingkungan sekolah, lingkungan kampus jaman dulu, dan sampai sekarang di tempat kerja pun begitu. Tapi kadang-kadang tawa itu ditimbulkan ketika udah ada kejadian ejek mengejek *atau kalo temen saya bilang aatahan*. Kadang-kadang saling mengejeknya ini jadi seperti kebiasaan, tapi buat saya itu merupakan indikasi keakraban. Nah kalo soal aatahan ini, saya cukup sering jadi objek penderita entah itu dibilang jurig baso, rewog, tukang males mandi, buleud, buntelan, areng, bola, sampe ketokan pintu yang bergambar singa pernah jadi korban disama-samain ama saya. =(
Beberapa kali saya menyesal dengan keatahan yang telah saya lakukan.............
Sempat dulu, seorang rekan kerja yang sangat tidak suka pelajaran matematika dan cukup hobi ngaheureuyan saya (*heureuy = bercanda*), saya isengin. Habiisss siapa yg ga ketawa coba ketika ada yg bilang "ahh rumus phytagoras juga saya tau ko, alas kali tinggi bagi dua kan".. huaakakakkak.. mulailah kriminalitas setelah itu pun terjadi, entah meninggalkan soal yang rumit di papan tulis dan melarang anak-anak menghapusnya karena setelah jam pelajaran saya adalah pelajaran beliau, "suruh bu ir ngerjain ini dulu yaa sebelum ngajar" (doh) atau heureuyan-heureuyan lain yang saya sangkut-sangkutin ama permatematikaan.
Beberapa waktu lalu, ada keatahan lain yang saya sesali. Ketika dunia facebook mulai digandrungi, fasilitas-fasilitas yang disediakannya pun banyak dimanfaatkan orang. Salah satunya fasilitas ng-tag foto *tentu saja dipake untuk aatahan juga hehe =D*. Setelah sempat saya ditag di bola dan ketokan panto singa, otak kriminal atah kembali muncul. Jadilah saya search gambar kalong *anak kelelawar* di google, kemudian saya upload ke fb dan taraaaa.. eng ing eng saya tag lah tersangka yang sudah men-tag saya di bola tadi. Huhuhu.. jahat yaa????? astagfirullah.. =( Menyesal memang tak pernah di awal..
Dan katanya sekarang sang beliau ga mau ngomong ama saya tiga hari *pundung*.. hueeee.. *bahkan bubur bangkok yang biasa dimintanya, ga ngaruh ketika saya kabita-kabitain.. haduu kalimat yg aneh*
Memang terkadang, kebiasaan atah itu bisa mengakrabkan, tapi kalau berlebihan ga baik juga ternyata. *memang segala suatu yang berlebihan itu ga baik kan yaa?*. Bukan berarti saya ga menahan diri, selama ini uda beberapa kali saya mengerem diri sendiri untuk ga keterlaluan dalam bercanda, tapi kadang-kadang euphoria aatahan begitu menghanyutkan (doh)
Mulai kapok sekarang.. =( intinya memang pengendalian diri.. hosshhh
Hari Sabtu kemarin merupakan acara penutupan dari rangkaian materi yang saya dapat selama delapan pekan terakhir tersebut. Pemberi materi pamungkasnya adalah Ust. Budi Prayitno. Banyak cerita menarik dari beliau sepanjang pertemuan terakhir tersebut yang cukup mengaduk-aduk emosi saya (memang paling seru kalo mendengar kisah seru kehidupan orang lain..apalagi yang mengharukan huhu) dan kali ini saya ingin membagi salah satu kisah yang diberikannya kala itu -yang membuat saya saeutik balilihan- ='(
Tersebutlah Mas Eko dan Teh Dian, muda mudi kampus pada masanya. Sang jajaka insinyur lulusan institut ternama, sang mojang adalah bunga dari kampus yang sama, idola banyak pria. Ternyata Tuhan mempertemukan mereka sebagai jodoh satu sama lainnya, menikahlah mereka. Ketika ditanya "bagaimana mas eko rasanya mendapatkan bunga kampus?" Beliau menjawab, "wah perjuangannya luar biasa, persaingan ketat, tapi alhamdulillah saya yang terpilih"
Penyakit lupus ini tak ramah, mulai menyerang rahim sang istri tercinta. Sampai akhirnya 9 tahun penantian menjadi orang tua ditamatkan dengan harus diangkatnya rahim dari teh dian. "uterina, nama anak kita yang pertama yaa" diucapkannya sambil tersenyum pada teh dian ketika uterus sang istri telah diangkat melalui operasi. =(
Belum selesai sampai di situ, beberapa waktu kemudian bagian otak pun mulai terganggu oleh sang penyakit, hingga harus dilakukan operasi pemasangan selang pada bagian kepala (saya sendiri bingung seperti apa dan kenapanya.. bahkan untuk membayangkannya saja tak tega). Karena sudah berhubungan dengan otak tentu saja kesadaran pun ikut terganggu. Akhirnya rumah pun mulai ditata seperti rumah sakit, untuk merawat inap teh dian sang istri pujaan.
Dengan kondisi istri yang sudah tak bisa lagi "berbakti", tentu saja mengundang banyak pertanyaan di hati orang-orang. Pak ust. Budi pun sempat bertanya kepada Mas Eko
"Mas, ga ada niatan untuk cari istri lagi?" kemudian dijawab
"Wah Kang Budi, Dian itu lagi sakit, saya ga mau nambah satu lagi sakit di hatinya karena saya mencari istri lagi"
(krik..krik.. udah mulai kasuat-suat hati saya denger jawaban ini)
"Hmm.. lalu gimana perasaannya setiap hari berhadapan dengan orang sakit mas?"
"Ahh kan Kang Budi sendiri yang pernah bilang sama saya, kalau kita menengok orang yang sakit, 70000 malaikat akan mendoakan kita. Nah kebayang kang, saya setiap malem meluk orang sakit, setiap malam 70000 malaikat mendoakan saya. alhamdulillah"
Subhanallah.. ketegaran luar biasa, kecintaan luar biasa. Balilihan lah saya ketika itu, sambil sedikit di tahan, da malu atuh banyak orang =P
*saya memang paling mudah terharu ketika mendengar kisah tentang kehilangan atau kisah cinta yang tulus dari seseorang terhadap pasangannya. Seperti waktu baca blognya kang fanny yang baru saja ditinggal oleh sang istri tercinta atau ketika nonton film ps : i love you. huhuhuhu.. mengharu biru.*
Kalau kata ust. Budi sendiri hikmah dari kisah ini adalah betapa ketika akan menikah kita "memilih" pasangan yang terbaik untuk kita, akan tetapi di masa yang akan datang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya. Seorang bunga kampus yang sehat dan menawan hati pun di masa yang akan datangnya bisa menjadi penyakitan yang butuh perhatian "lebih". Harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.. ya harus siap.... hmmm sudah siapkah saya???
*kalo ga disiap-siapin mah ga akan siap-siap, betul?* hihi =) mari bersiap-siap =) bismillah ...
Ya sejak kecil, saya sudah suka pelajaran matematika. Terlebih ketika smp, terbukti dengan nilai EBTANAS matematika saya ketika itu, yaitu 9,75 (salah satu soal saja.. huhu.. kalo ga salah tentang lingkaran gitu deh..). Beranjak SMA kecintaan saya pada ilmu berhitung itu tak pudar, hanya saja prestasi tak secemerlang dulu. Mungkin karena materi matematika SMA yang sudah mulai ribet atau karena prestasinya tak terlihat menonjol karena ternyata di sma saya banyak yang lebih pintar matematikanya hehehe =D
Tak heran kan ketika SPMB tiba, saya pun memilih jurusan MATEMATIKA ITB. Tapi di luar dugaan matematika perkuliahan ternyata sangat berbeda jauh dengan matematika sekolah (ya..iyaa lahhh). Tapi tetap tak mengurangi kecintaan saya pada ilmu tersebut. Memang kecintaan ini tak juga membuat prestasi saya menjadi luar biasa ketika kuliah, asal lulus tepat waktu dan dapat predikat memuaskan tanpa kata 'sangat' di depannya pun tak apa.. hehe.. cukuuuppp bagi saya.
Lulus kuliah tentu saja ingin terjun ke dalam dunia kerja dan memilih untuk jadi guru ( guru matematika donk, merasa tidak cukup kemampuan dan kemauan untuk jadi guru olahraga mah haha =D). Tahun pertama mengajar saya ditempatkan di MTs. Masih inget kan prestasi kematematikaan saya yg cukup gemilang di smp? saya pun sangat pede untuk ngajar matematika tingkat menengah pertama.
Memasuki tahun kedua, saya tak hanya ditempatkan mengajar di MTs saja tapi juga di MA, agak-agak deg-deg serr ketika ditugaskan, karena jujur saja kalo pelajaran matematika SMA huehehehe.. sayanya juga kudu belajar lagi. (alasan lain deg-deg seerr nya, agak ga pede juga ngadepin murid sma yg umurnya ga beda jauh, bisi lebih bubudakeun guruna haha). Tapi alhamdulillah, setelah dijalani seru juga. Heboh tiap mau ngasih materi baru, karena kudu belajar dulu semaleman. =P
Yah saya sangat menikmati ketika pada akhirnya dunia kerja yang saya tekuni pun tak jauh dari ilmu yang saya senangi, sesuai dengan kemampuan dan kemauan. Pengennya sih menularkan kesenangan ini pada murid-murid saya, tapi tak semua murid punya kemampuan dan minat yang sama dengan saya. Malah cukup banyak juga yang sudah antipati duluan dengar kata matematika.
Kalau soal metode pengajaran bagaimana membuat murid yang tidak suka menjadi suka matematika, saya masih harus banyak belajar. Kuliah 4 tahun di jurusan non pendidikan, tentu saja tidak mengajarkan saya tentang RPP, KKM, dan kawan-kawannya, apalagi ngajarin tentang metode pengajaran mengasyikkan buat anak sekolah. Ga ada, makanya saya masih harus banyak berguru pada senior dan buku-buku ttg pendidikan. Selama ini sih, konsep saya hanya membuat suasana belajar yang santai dan menyenangkan, merumuskan masalah sesederhana mungkin, tidak membuat frame sulit sejak awal dan satu poin penting : membuat kehadiran saya nyaman diterima di tengah-tengah kelas.. yah alhamdulillah selama satu setengah tahun mengajar, konsep itu cukup membantu saya =) tapi masih harus kudu belajar lagi nih.. hossh.. biar jadi guru kreatif!! =D
Balik lagi ke topik murid yang tidak suka matematika, tak bisa saya paksakan ketika memang ada murid yang kemampuannya kurang di bidang yang saya minati ini. Ga boleh donk saya bilang 'iih otak kiri kamu ga jalan banget sih'.. wakwaw, guru macam apa itu! Kemampuan dan minat setiap orang itu berbeda. Kalau semua orang hanya cinta dan ahli matematika, tidak akan ada keseimbangan di dunia. Tapi meski begitu, saya pun punya satu keinginan, minimal setelah saya mengajar, saya ingin mereka tidak lagi membenci matematika.. itu saja sudah cukup buat saya =) karena matematikaku, matematikamu juga nak, matematika kita semua =)
Semoga saya amanah dalam mengemban tugas mulia inih yaa.. hihih =) amin..
Tulisan ini dipersembahkan untuk irma susanti 'sang master bahasa di sekolah kami' =).. hehehe maaf yah, kieu tah mun heureuy wae gawean teh, sok jadi kaleuleuwihi =) hapunten samudaya kalepatan.. Jangan lah kau tidak suka kepadaku, seperti kau tidak suka pada ilmu menghitung heuheu.. as u said, everybody has her/his own ability =).. and your 'communication ability' always makes me proud of you, sis! =)



Recent Comments