di Madinah, aku jatuh cinta =)

Seorang teman pernah menulis di status facebooknya

hilang karena Allah, ketemu karena Allah, -simply rejeki-
Iya, rejeki itu memang Allah yang Maha Mengatur, ketika saya merasa kehilangan rejeki berupa kesempatan untuk mengalirkan ilmu, kehilangan pendapatan setiap bulan, kehilangan rutinitas harian, Allah memberikan pelipur lara dengan memberikan rejeki yang lain berupa kesempatan bagi saya untuk bisa mengunjungi rumahNya -melalui rejeki Pa Oos tentu saja- hehehe.. subhanallah walhamdulillah..

Kalo kata pa haji mah, *waktunya pas bangeeet ya gun..rejekina anggun pisan*,, iya pas bangeeet..alhamdulillah .. bisa kupenuhi panggilanMu :)

Hari selasa tanggal 13 juli 2010. Pergi dari Cimahi, pagi pagi sekali. Berdua saja bersama Pa Oos diantar Ibu nya Sasha meninggalkan rumah kami menuju rumahNya. Sudah berseragam batik kompakan bersama rombongan, siap menuju Jakarta. Agak sedih pas liat ada beberapa orang yang pergi bareng-bareng keluarganya, berbanyakan, huhuhu kabitaaa =( tapi gimana lagi kali ini belum bisa, nanti kalau Sasha dan Ichan uda gede, uda ga minta digegendong lagi, Ateu Ingga+Ati uda nyalse kuliahnya, kita kesana lagi bareng-bareng yaaa *ngedip-ngedip ke pa oos hehehe*

Menjelang kepergian itu, ada yg sering bertanya "gimana gun perasaannya?" .. and i just couldn't describe my feeling, antara excited, deg2an, takut *mengingat banyak org yg bilang, suka banyak kejadian aneh di sana, balasan dari apa yg pernah kita lakukan.. ampuuun rumasa banyak dosa* =P tak dapat didefinisikan lah apa yg dirasa..

Sekitar jam 1 siang, pesawat take off dari cengkareng, diperkirakan 8 jam perjalanan sampai Bandara King Abdul Azis. Sudah membayangkan perjalanan membosankan? yaa sempat terbayang, tapi ternyata boro2 membosankan. Alhamdulillah dikasih teman seperjalanan yang seru =) Namanya Daffa, kaseep.. sayang baru saja naik ke kelas 4 sd hehe =P Hobinya bercerita dan bertanya, dari 8 jam perjalanan kayanya diemnya cuma sekitar 1 jam deh. Itu juga gara-gara kelaperan dan tante pramugari belum ngasih makan siang aja. Dia pun tertidur nahan laper setelah sebelumnya ngabisin sebungkus besar biskuit punya saya heu =P

Dan layaknya anak kecil mau pulang mudik, setiap saat dia bertanya "teh uda nyampe mana sekarang? berapa jam lagi" pertanyaan itu lagi, dan lagi, dan lagi. Paling sesekali di selingi cerita tentang sekolahnya, adiknya, liburannya atau komentar tentang matanya pramugari yg katanya aneh atau ngomenin foto paspor saya "teh di sini mah belum jerawatan" (-_-")

Tapi tetep ujung-ujungnya nanya lagi.. "masi lama ga teh?" dan selalu saya jawab "nih kalo angka di sini udah nyampe 18, berarti kita udah di jeddah" sambil nunjuk layar tivi mini depan kursi yg sengaja saya stay tuned kan pada tampilan penunjuk waktu daerah keberangkatan dan tujuan, serta peta daerah kita uda nyampe mana, biar gampang jawab pertanyaan-pertanyaan dia *teteh rela ga ntn astroboy, fa..heu*

dan setelah itu nanti akan ada pertanyaan lanjutan
"kalo di indonesia brarti skarang jam berapa teh".. dan saya tinggal nunjuk layar "jam segini niih"

"kita sekarang uda nyampe mana teh?".. sambil nunjuk layar lagi "wahh kita uda di colombo fa" atau "wahh kita lagi di atas laut nih fa"

"jadi berapa jam lagi teh kita nyampe?".. "coba diitung, 18 aja tinggal kurangin ama itu" (nunjuk layar) ..dan akhirnya pelajaran matematika pun dimulai *teuteup yaa hehehe*

8 jam pun berlalu tanpa terasaaaaa *kerasa dikiit denk* .. =) Alhamdulillah, sampai di Bandara King Abdul Azis, Jeddah dengan selamat.. =)

Dan yang pertama dihadapi adalah bagian imigrasi. Sejak di Bandung, ketika manasik, pihak tour memang sudah beberapa kali memberikan wejangan. Harus banyak sabar ketika berada di tanah suci nanti, terimalah apa yang Allah suguhkan di rumahNya, termasuk ketika harus mengantri lama di bagian imigrasi atau disalip oleh orang-orang Arab nan besar-besar di sana..sabaaar, sabaaar.

Begitu proses imigrasi beres, langsung naik bus lagi doonk, menuju Madinah. 6 jam perjalanan saja saudara-saudara! fyuuuh.. dan kali ini mah ga sebangku lagi ama Daffa, jadi bisa tidur nyenyaaaak selama perjalanan =)

Kira-kira jam 3 dini hari sampai di Madinah, langsung menuju hotel -yang Alhamdulillah, dekat sekali dengan masjid nabawi- sebelum masuk hotel, pembimbing rombongan mengajak kami untuk orientasi lapangan (meninjau jalur dari hotel menuju masjid)

Dan inilah pemandangan menakjubkan pertama yang saya lihat di perjalanan kali ini :



Masjid Nabawi di kala malam.. berlampu, megaaaahh, cantiiikk. Foto di atas kurang mewakili (maap). Saya pun jatuh cinta dibuatnya. Balilihan sudah pasti dan di saat itu lah saya benar-benar bersyukur diberi kesempatan sampai di tempat ini.. *rasanya ingin nangkeup papah dan bilang terima kasih ketika itu, tapi maluuu* :P

Sesudah istirahat sebentar, dan beberes yang harus diberesin, kami pun siap-siap menuju masjid untuk shalat subuh. Dan dengan dong2nya saya yang ga tanya2, kelupaan bawa hape ke sana. Penjagaan sebelum masuk mesjid nabawi untuk jemaah akhwat cukup ketat, dilarang membawa hape berkamera, apalagi kameranya. Jadilah si sayah teh ga boleh masuk ku askar (penjaga masjid) dan hanya shalat subuh di pelataran masjid, di depan pintunya yang terbuka lebar *bari penasaran tea tuang toong ka dalem, penasaran dalemnya nabawi kaya gimaaanaa, haha sebutlah saya kampung, tapi masa sih ga pengen liaaat.. * =P

Keinginan saya terpenuhi untuk melihat dalemnya masjid ketika waktu dhuha tiba. Ketika itu agendanya adalah mengunjungi raudah dan makam rasulullah. Nah di dalem masjid nabawi yang sekarang ini sangatlah besaaar, ada mesjid asli nabi yaitu bangunan mesjid nabawi asli yang dibangun oleh nabi dahulu kala. Struktur bangunannya masih asli, tapi tentu saja banyak renovasi di sana-sini. Konon katanya, dahulu kota madinah itu hanya sebesar masjid nabawi sekarang saja, mesjid asli nabi ini berada di tengahnya.

Nah kembali ke raudah, jadiii raudah ini adalah bagian dari masjid asli nabi, tempat dulu nabi dan para sahabat membentuk majelis, berdiskusi, dan berdakwah. Rasulullah menyebutkan raudah ini adalah taman surga, salah satu tempat di bumi yang nantinya akan ditarik ke surga. InsyaAllah salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Tak heran banyak sekali orang yang ingin berdoa di sana.

Bagi jemaah ikhwan tidak sulit untuk masuk ke raudah, karena untuk mereka, raudah dibuka sepanjang waktu selama masjid nabawi dibuka (jam 3 pagi - jam 12 malam), sedangkan bagi jemaah akhwat, ada waktu-waktu tertentu diijinkan untuk mengunjungi raudah (jam 8 pagi - jam 11 pagi, jam 1 selepas duhur - jam 3 sebelum asar, jam 10 malam - jam 11 malam). Saya sendiri kurang tahu kenapa seperti itu. Alhasil karena waktu yang terbatas ini, jadilah raudah itu tempat berdesak-desakan luar biasa bagi jemaah akhwat.

Saat di rumah, mamah memang sudah mewanti-wanti untuk berhati-hati kalau nanti ke raudah, dan itu lah yang saya lakukan. Umi -muthawifah- yang membimbing jemaah akhwat rombongan kami untuk pergi ke raudah mengarahkan agar nanti di sana, kami melakukan shalat taubat 2 rakaat, dan jika masih sempat dilanjutkan dengan shalat hajat 2 rakaat. Boleh berdoa ketika sujud *tapi jangan lama2, khawatir terinjak-injak*. Lebih baik jika masih ingin berdoa, lakukan seperti posisi berdiri shalat setelah takbiratul ihram, itu lebih aman. Tapi jangan terlalu berlama-lama juga di sana, harus memberikan kesempatan kepada orang lain, ga boleh egois.
Selepas shalat dhuha di kawasan lain dalam Masjid Nabawi, kami pun siap-siap menuju raudah. Kalau pagi hari, antrian masuk raudah lebih tertib, karena disusun per negara. Ketika tiba waktu Indonesia, kami pun berdiri, siap masuk dan desak-desakkan pun dimulai. Tapi ternyata ada dari negara lain yang juga ikut-ikutan masuk *entah dari mana*. Desak-desakannya pun semakin luar biasa, bayangkan saja kepadatan manusia dan kericuhan yang sering anda lihat di televisi kalau lagi ada bagi-bagi sembako gratisan, yah mirip-mirip gitu lah pinuhna.

Banyak istigfar aja akhirnya. Bingung untuk memulai shalat gimana. Oh iya, kata umi, bedanya raudah dari bagian Masjid Nabawi lainnya bisa dilihat dari karpetnya. Seluruh nabawi berkarpet merah, kecuali raudah, karpetnya hijau. Ketika akhirnya menginjakkan kaki di karpet hijau *ahh uda raudah nih* saya hendak shalat, tapi boro-boro bisa shalat.. takbir saja saya sulit. Akan tetapi alhamdulillah, pertolongan Allah itu selalu ada.

Tiba-tiba ada seorang ibu dari Indonesia yang baru saja selesai shalat dan langsung menarik tangan saya ke tempatnya *ayo shalat di sini * katanya. Ahh terharuuu.. shalat lah saya 2 rakaat di sana. Alhamdulillah tak terlalu tergoncang-goncang, shalat sampai beres dan khusyu. Setelah itu saya bersiap-siap shalat lagi, insyaAllah masih sempat saya pikir untuk melanjutkan shalat hajat, sesuai petunjuk umi. Akhirnya takbir, dan setelah itu wekdor! Entah kenapa tiba-tiba terasa makin padaaat sekali di sekitar saya, tergoncang-goncang lah ini badan, mau ruku ga bisa-bisa, mempertahankan berdiri tegak saja agak sulit. Bingung, tapi berusaha untuk tetap shalat. Dan lagi-lagi pertolongan Allah begitu dekat. Di tempat sujud saya, tiba-tiba ada kaki orang kulit hitam, menghalangi tempat sujud sebetulnya, tapi malah jadi membuka space, memungkinkan saya untuk ruku, dan ketika akan sujud, kaki itu pun berpindah, menyediakan tempat lagi untuk saya sujud. Begitu terus sampai akhirnya saya salam. Selepas salam di shalat kedua ini , sambil bercucuran air mata karena suasananya yang mendukung *under pressure banget kan ya* ditambah rasa syukur bisa sampai di sana, dan juga begitu banyak yang ingin dipanjatkan kepadaNya, saya pun melihat sang pemilik kaki, penjaga saya ketika shalat. Seorang wanita berkulit hitam, tersenyum, tidak berkata-kata *kalau berkata-kata pun saya jamin kayanya saya ga akan ngerti*, membantu saya berdiri, dan langsung memeluk erat dan menciumi saya. Pelukan yang hangat dan nyaman, sesenggukan saya di sana. Ah haturnuhuuuuuun pisan nya bu =) Alhamdulillah

Ada satu lagi tempat tujuan pagi ini sebetulnya yaitu makam Rasulullah. Letaknya di samping raudah, didampingi makam Abu bakar Ash Shidiq dan Umar bin Khattab. Tapi sebetulnya makam ini sangatlah tertutup, yang terlihat hanya pagar-pagar saja. Jika melihat Masjid Nabawi dari luar, ada satu kubah hijau di sudut masjid, ya di bawah situlah makam Rasul berada.

Kami hanya bisa mengucapkan salam "Assalamualaykum yaa Rasulullah, Assalamualaykum yaa Nabiyallah, Assalamualaykum yaa Habiballah warrahmatullahi wabarakatuh" dari jauh saja. Tapi entahlah, ketika mengucapkan salam sambil melihat ke arah posisi makam berada, benar-benar terasa rindu di dada..

Terbayang sulitnya perjuangan Beliau di tanah Arab ini menegakkan syariah islam dan amaze dengan kelembutan hati Beliau di tengah-tengah masyarakat dengan karakter yang luar biasa *heuras*nya (saya bisa merasakannya bahkan ketika baru dua hari saja berada di sini). Allahumma shalli `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad =')

Ada beberapa kejadian menarik lain yang saya alami ketika berada di Madinah ini.

Pernah suatu kali saya pergi berdua dengan papah ke masjid hendak shalat ashar. Seperti biasa, kami berpisah di gate 9. Saya menuju tempat shalat akhwat, papah menuju tempat ikhwan. Kebiasaan saya begitu sampai di dalam masjid adalah mencari sosok orang-orang Indonesia untuk kemudian memilih tempat shalat di dekat mereka. Kadang-kadang dengan begitu lebih terasa aman dan tidak kesepian hehehe =D Ketika itu saya melihat seorang ibu dengan anak balitanya bersama seorang nenek sedang bersiap - siap untuk duduk di tempat shalat yang telah mereka pilih, tempat yang tidak berkarpet. Melihat wajah Indonesia, saya langsung menghampiri. Karena kami berada di daerah yang tak berkarpet, saya menawarkan berbagi sajadah *meski memang sajadah saya ga muat juga untuk kami berempat, saeutik ewang lah* =P Setelah itu dilanjutkan obrolan singkat, ternyata mereka asal Banjarmasin. Sang anak membawa mainan ben 10 *saya langsung teringat ichan si bungsu ketika itu..ahh rinduu*

Nah ketika kami shalat, sang anak asyik bermain ben 10. Tiba-tiba dari belakang, datang seorang anak India, tampak sangat lincah. Sepertinya dia tertarik pada mainan Ben 10 kepunyaan anak Banjarmasin, direbutlah sang mainan dengan cueknya dan yang punya ntuh mainan hanya bisa cengo, kemudian merajuk kepada ibunya yang sedang shalat.

Sang anak india lalu asyik bermain ben10 hasil rebutannya. Selepas shalat para ibu beraksi, ibu India meminta anaknya mengembalikan *menggunakan bahasanya tentu saja, dengan nada aga sedikit keras*, sang ibu Banjarmasin mengolo sang anak India dengan lemah lembut pake bahasa Indonesia. Sang anak india menyerah, diambil mainan ben10 itu oleh ibunya, dikembalikan kepada yang punya, dan manyunlah ia pada akhirnya. Dan saya kira, masalah sudah selesaaai.

Saya pun khusyuk berdoa. Menundukkan kepala, mengangkat tangan, sedikit memejamkan mata, lalu tiba-tiba *KETOOOOK*. Tangan mungil dikepal menjitak kepala saya, keraaass *sungguh* da rada karaos nyerina teh. Membuka mata, mengangkat kepala, dan pemandangan di hadapan saya adalah sang anak India ketawa nyengiiirr. Haduuuh luluh sudah hati ini kalo liat muka lucu begitu, mana bisa kesel dijitak keras nian *gondok dikit boleh lah yaa*. Haduuh salah sasaran ya kau nak, aku hanya saudara setanah air saja sama yang punya ben10 ituuu, ko marahnya padakuuu siiih.

Pasca kejadian itu, saya mulai berpikir *biasa.. mencari makna dari setiap kejadian tea*. Euuu apa ini balesan ya? gara-gara saya yang kadang-kadang nggetok murid yang lagi agak "lincah".. hehehe =D tapi setelah pulang ke Indonesia dan saya cerita ama sohib, dia bilang gini "gun, kamu kan kalo lagi sebel sama orang suka ngomong gini *tiiiihh, hayang nakoool*".. hahahha ya ya ya saya mengerti ahirnya kenapa saya dijitak. Nuhun Allah diemutan =)

ada satu kejadian lagi juga yang saya ingat

Ketika itu saya ke masjid berdua lagi dengan papah. Di dalam masjid gagal menemukan wajah Indonesia, saya pun duduk di tempat yang ada saja. Ketika itu masjid hampir penuh, karena mendekati azan. Tiba-tiba ada seseorang asing yang mendekat, memilih tempat shalat di samping saya yang masih kosong, menitipkan barangnya, kemudian dia berkata kalau dia mau wudhu dulu, tolong dijaga tempatnya jangan sampai diambil orang *ngomongnya pake bahasa tarzan, kurang lebih yang saya tangkep seperti itu..hehehe*. Tapi ini yang wudhu ko ya lamaaa bangeeeet. Padahal yaa kalo di nabawi itu, kalo udah adzan yang namanya susah nyari tempat solat tuh ya susaaah. Ditambah dengan beberapa orang kaya orang india, orang kulit hitam sebangsa nigeria, atau orang yang wajahnya nuansa arab berbadan besar yang suka dengan seenaknya nyengcle-nyengcle di tempat yang keliatan kosong padahal ngga *pokonya duduklah rapat-rapat klo di sana, jangan sisakan peluang untuk nyempil*.

Berkali-kali saya menjelaskan kepada orang-orang kalau tempat di sebelah saya itu sudah berpenghuni, tapi penghuninya lagi wudhu. Tangan ga berhenti bergerak deh pokonya menjelaskan, da rumasa ku bahasa indonesia mah moal ngartoseun, komo ku sunda mah, dan kadang-kadang pake inggris juga mereka ga ngerti..duuh. Ditambah kadang-kadang sedikit serem dipelototin huhuhu.. rada soak dikit. Akhirnya setelah sekian lama, beberapa menit sebelum iqamat, yang menitipkan amanah pun datang. fyuuuuhhh alhamdulillah..legaaaaa. Iya, amanah itu harus dijaga baik-baik, diperjuangkan semaksimal mungkin, itu kesimpulan akhir saya sebelum shalat bari deg-degan keneh inget dipolototan hehe =P

Selepas shalat, sang penitip tempat shalat mengajak ngobrol saya pake bahasa arab -yang mana yang saya ngerti cuma kata terakhir yang dia sebutkan, yaitu anti- ..okeee, predikatnya apa ya mbak, saya uda dapet subjeknya nih? hehe. Ketika akhirnya dia bilang "emmm korea?" saya baru ngertii... "ooooh Indonesia" dan kemudian dia bilang kalo dia dari Libya. *hehehe rada geer juga saya disangka orang Korea, meski saya maklum kayanya orang Libya memang ga begitu hapal perbedaan warna kulit orang indon dan korea*.. okee iyaa iyaa saya ga seputih orang Korea (-_-")

waduh udah panjang juga geuning ieu caritana, padahal baru sampai Madinah. Saya cukupkan sekian dulu yaa, masih banyak cerita yang ingin saya bagi dari perjalanan ini, nanti InsyaAllah dilanjutkan di episode ke-dua dengan judul : Kucium hajar aswad untukmu, mamah =')


Allah lah sebaik-baik penolong

Dulu sempat saya mendapatkan sepenggal cerita yang bikin hati kasuat-suat

(Redaksi kalimatnya ga tepat seperti di bawah ini sih dan sebetulnya pake bahasa sunda asli semua mua.. karena judulnya ingin menceritakan kembali, jadi banyak editan sana-sini =D harap maklum ya)

***

"Gun, dulu yaa pas saya mau nikah, rieuuut pisan. 2 minggu sebelum hari H, sama sekali ga punya modal, malu minta ke orang tua, malu ama calon mertua belum bisa ngasih apa-apa.. bingung juga mau minta tolong ama siapa, tapi emang kereteg hate udah pengen nikah"

saya tertegun..

"waktu itu teh ya, saking udah rieutnya, pasrah, saya ngadoa *Duh Ya Allah, nyungkeun bantosanna, 5 jutaaa weh laahh*"

dan taukah saudara-saudara, siapa sangka, setelah terucap doa itu, berdatanganlah para bala bantuan. Ada yang ngasih ini, ada yang ngasih itu (ga semua berupa uang, tapi sungguh bantuan berdatangan tanpa diduga, kapan saja, dari mana saja)

Sampai akhirnya akad pun terucap, resmilah mereka jadi suami istri.

Beliau bersyukur sekali tentu saja dan didorong rasa penasaran, selepas menikah, beliau mulai menghitung-hitung besar rejeki yang telah beliau terima. Dan tau kah saudara-saudara, ternyata kalau dihitung-hitung semua yang datang itu totalnya kurang lebih sebesar 5 juta rupiah. Sesuai dengan doanya =)

Subhanallah... Allah Maha Pendengar Doa

dan kemudian di penghujung cerita beliau bilang seperti ini

"ahh gun, kaduhung nya teu menta 10 juta" hahahahahha.. dasar Pa Syarif =D

***

Banyak makna yang saya dapat dari cerita beliau ini.

Bukan..bukan hanya soal niat menikah yang insyaAllah jika sudah kuat, Allah akan memudahkan prosesnya.

tapi betapa Allah itu sebaik-baik penolong

Jika ikhtiar selama ini sudah semaksimal mungkin, dan kita sudah sampai pada titik "kudu dikumahakeun deui atuh ieu teh nayaga", kepada siapa lagi kita bisa meminta pertolongan selain kepadaNya.

pasrah, tawakal, dan yang terpenting yakin bahwa Dia selalu akan memberikan yang kita butuhkan =)

Jangan berkata "Ya Allah, masalah ini begitu besar"
tapi berkatalah " wahai masalah, Allah Maha Besar"
dan hidup pun tak kan terasa sulit setelah ini ... =)
Allahu Akbar!!
jazakallah khairan katsira Pa Syarif, tiba-tiba keinget cerita ini waktu lagi sedikit galau..hihi =)



ini untukmu, yang kutinggalkan :')

*suatu hari di bulan Januari 2008*

“Bu Anggun..Bu Anggun”

heuu..kadang saya masih geli sendiri ketika itu, mendengar sapaan dengan kata "BU" di depan nama.

Bulan yang penuh dengan kejutan, pertama kali berdiri di depan mereka, memberi materi tentang pangkat tak sebenarnya kalo ga salah. Merasa ga pede karna saya kalah tinggi dari beberapa di antara mereka. Selalu deg-degan di minggu-minggu pertama tiap jam pelajaran saya tiba. Tapi waktu berjalan, makin lama pun makin terbiasa. Selalu exciting tiap pulang ke rumah, ga sabar pengen cerita ada kejadian apa aja hari ini di sekolah.

***

Iya, kalo boleh dibilang pengalaman ini adalah impian jadi kenyataan. Siapa sangka anggun usia 7 tahun yang ketika ditanya ingin jadi apa dan bilang pengen jadi guru, belasan tahun kemudian pun menjadi seperti apa yang diiinginkannya.

Dan kalo ditanya, apakah mimpinya berujung indah?? Ahhh ini mah lebih luar biasa dari yang bisa saya bayangkan

Tak pernah menyangka bisa bertemu temen-temen guru, nu sundana mah siga lanceuk sorangan. Tiap hari siga na ateul mun teu seseurian teh hehehe.

Temen – temen yang pada ridho berbagi bekelnya, diabisin sarapannya *haha*.

Temen – temen yang tahan banget denger suara emas saya kalo lagi nyanyi nu ceuk pa manager mah mirip2 suara printer hitam itu kalo sedang beroperasi *makasih juga ya printer, mau maunya disamain ama saya, sakitu kamu teh udah bageur pisaaan, ngprint semua gawean saya =p hehe*.

Temen – temen yang mau berbagi ilmu tiap rabu pagi di tausyiah guru.

Temen – temen yang super kreatif dengan metode ngajarnya ataupun ide pensinya.

Temen – temen yang patunjuk-tunjuk kalo bagian milih siapa yang jadi pembina upacara atau pemberi khutbah jumat.

Temen-temen yang dengan sangat teganya bilang saya camihmil, al baqarah, gawena mun teu heuay berarti ngagayem, yang bilang syal rajutan saya siga keset bahkan kornet, yang bilang “anggun mah enak ya kalo tenggelam, tinggal kembungin pipi jadi pelampung deh” (-_-")

Ahh ridho saya mah dibilang gitu juga daaa, maaf yaa saya ge sok teu sopan, ceplas ceplos..

suka nyirikan nu teu bisa naek motor *padahal saya ge teu bisa, tapi kan saya mah cewe dan bukan pi-manager-eun hehehe..so what?*suka nyirikan badak, jebrag, galon, demplon, al fill (duh astagfirullah)..

maaf juga kalo lagi bête teh suka ujug-ujug baeud. Terimakasih sudah menerima saya menjadi bagian dari kalian :) akan kurindukan rapat tiap kamis sore, for sure.

Hmm.. Kalo ngomongin tentang murid.. ahh ini lebih amazing lagi =P lincah, hobi berolahraga, hobi berkesenian, pintar, aktif, kreatif, cerewet, pendiam, pundungan, heboh, hobi teriak-teriak, pemalu, penuh percaya diri, kritis .. iya, berjuta karakter, berjuta minat dan bakat..

Mereka dengan suksesnya memberikan banyak cerita di blog saya ini .. mulai dari novianto dengan tipuan siomaynya, fakhrul yang pernah bilang saya lebih keren daripada bob marley, gugum dengan surat narutonya, ishak dengan celotehan tentang soal matematika, nizham dengan ttsnya, difa yang bisa ngumpet di loker sampai yang terakhir tentang kelas 7D dengan heureuyan bebz-nya .

Yup, begitu banyak cerita seru saya lewatkan bersama mereka, yang mungkin tak semua bisa saya tuangkan dalam tulisan di blog, tapi yang pasti terukir manis di dalam hati, seperti serunya main bebentengan bersama kelas 7B, ucing sumput dengan 7C, dan latihan paduan suara untuk lomba di peringatan sumpah pemuda bersama 7A *jadi inget lagu waktu hujan sore sore hehehe.. dan kalian masuk 4 terbaik kan yaa waktu itu?? =P*

Tak kan pernah juga saya lupakan riweuhnya bawa 13 anak mentor saya ke BIP..haha judulnya ngasuh, yang satu pengen beli buku ke gunung agung, yang satu pengen beli boneka buat adiknya, yang satu pengen beli gelang, yg satu pengen kemana, yang lain pengen kesitu.. ahirnya bolak balik lah si saya, anter yg ini kesana, yang itu kesitu, titip pesen jangan kemana-mana sampai bu anggun kembali pun terjadi hihihi seruuu.

atau ketika lagu rasa sayange dan "pantun pantun jenaka" kreasi sendiri mengantarkan kami (mentor bu anggun) menjadi juara dua di lomba perkusi antar mentor acara malam cinta rasul

*maaf pa rudi, pa dadan, bu irma yg sudah rela berkorban dijadikan tema pantun kami hihihi..makasih yaa*

*makasih juga buat LSS, ide ini datangnya dari *ritual suci* kita di setiap perjalanan ke luar kota hehe*


emmm.. Asih Putera.. ya kalo dikatakan rumah kedua, memang begitulah keadaannya. Tempat saya menghabiskan banyak waktu saya setiap harinya.

Dulu sempat ragu ketika mengikuti tes menjadi pengajar di sekolah ini. Ikutin terus prosesnya ngga yaa? Saya ragu..atau katakanlah takut, melihat sekolah dengan nuansa islami yang begitu kuat.. berpikir apakah saya sanggup bersosialisasi di lingkungan tersebut *jujur saja ketika itu, saya masih menganut aliran bebas..hehe maksudnya rada metal kitu lah, masih hobi pake celana jeans pensil, pake rok cuma kadang-kadang kalo lagi pengen, gararetek kalo pake gamis, ngaji kalo lagi getol nya getol, tapi kalo lagi males teu maksakeun, apalagi buat ngapalin quran, ahh tong ditaros kedulna kumaha eta mah..duh astagfirullah* ..tapi ketika itu papah meyakinkan dengan kata-kata kurang lebih seperti ini “kalo memang itu akan mendekatkan kita pada bekal di akhirat, kenapa mesti ga diambil?”.. dan akhirnya saya pun memutuskan “yaa..akan saya teruskan prosesnya”..sampai Alhamdulillah akhirnya diterima.

Dan sekarang, saya benar-benar bersyukur punya papah seperti pa oos ..heheh.. ga menyesal saya memilih bekerja di sini. Dimana lagi saya bisa menemukan tempat kerja yang benar-benar memberikan kesempatan untuk shalat dhuha setiap hari, shalat wajib tepat waktu, ayat suci alquran selalu terdengar dilantunkan setiap harinya, dan menghapalkannya adalah bagian dari agenda kegiatan sehari-hari. Tausyiah rasanya selalu ada saja setiap saat, ketika datang bahkan sampai saat berkumpul sebelum pulang sekolah. Iya, di sini saya tak hanya mendapatkan ilmu dunia tapi juga ilmu akhirat..alhamdulillah =)

Waktu berjalan, hampir 2,5 tahun saya lalui di asih putera dengan teman seperjuangan dan anak didik yang luar biasa. Dan ternyata 2,5 itu pun jadi angka penyudah, mencukupkan perjalanan indah ini.

***

15 Juni 2010

Saya sudah merencanakan agenda hari ini, sejak seminggu sebelumnya. Sejak surat cinta itu saya layangkan pada yayasan lewat biro tata usaha. Surat cinta yang temanya pengunduran diri.

Hampir semua rekan-rekan guru sudah tahu tentang niat saya ini, untuk berhenti mengajar di asih putera, tapi mereka belum.. murid-muridku belum. Dan akhirnya dengan keberanian seadanya *yang sungguh di-ada-adain sejak sehari sebelumnya* saya berusaha mengungkapkan perpisahan di hadapan mereka. Berbekal juga amanat dari Pa Seno, sang biro TU "bilang aja ke anak2 ya bu, ceritakan semua, jangan sampai ada prasangka..cari waktu yang tepat" dan saya pikir hari ini adalah waktu yang tepat, ketika uas semester genap selesai dilaksanakan

Duduk di atas panggung kebesaran di mushola besar, tempat murid pemberi kultum setiap pagi duduk, tempat pemateri kalo lagi ada kegiatan MOS, malam cinta rasul atau gema cinta ramadhan berdiri menyuguhkan banyak ilmu untuk kami, tempat anak2 dan guru menampilkan pensi mereka yang super duper kreatif, tempat penyerahan piala dari prestasi membanggakan murid-murid kami.

Iya, di situ saya duduk ditemani teman-teman luar biasa saya.. saya sebagai center, dan di hadapan kami, duduk pula mereka yang sudah bersiap untuk pulang, tas di pangkuannya, tapi tahu belum waktunya karena surat al ashr dan doa akhir majelis belum kami baca bersama-sama. Terlihat sedikit kebingungan mungkin ya, ini kenapa guru-guru ngararumpul semua *hehe biasanya cuma beberapa guru yang mengantar kepulangan mereka selepas sholat asar berjamaah di mushola besar*

Dan mulailah saya berbicara..semalaman saya merangkai kata2 dengan harapan nanti kecepatan saya mengucapkannya tak kalah cepat dengan aliran air mata yang saya yakini pasti akan mengalir *maklum cengeng is my middle name hehe*

Dimulai dengan cerita tentang cita-cita yang tercapai, sampai akhirnya pada bagian saya bilang saya punya harapan lain, cita-cita yang lain, keinginan yang lain tapi tak bisa meraihnya bersama-sama dengan mereka.. fyuuuuuuuuh..

Sesuai dengan bayangan, "pidato perpisahan" ini disampaikan dengan uga eugeu, terbata bata, banyak tarikan nafas, nahan ngingsreuk, tersendat-sendat..tak mulus lah pokonya, meski selamat sampai tujuan

and yup..this is it. akhir kisah saya di asih putera.. sama seperti jawaban saya pada lulu, salah satu anak mentor saya, ketika dia bertanya, kenapa saya berhenti

life is about choices, neng..and i choose to start a new life but without AP in it.

Yaa, ini pilihan saya untuk berjalan dengan cita-cita yang baru dan AP akan saya jadikan kenangan tak terlupakan.

Perjalanan barunya masih panjang sodara-sodara, bahkan setengahnya pun belum terlewati. Dan inilah langkah besar pertama yang saya ambil dengan harapan ke depannya segala tantangan lebih mudah untuk dilalui.

Wahai kalian semua orang orang tersayangku, yang dengan "jahatnya" saya "tinggalkan" :( mohon maaf atas semua khilaf yaa, inilah anggun yang sangat jauh dari sempurna, tapi sungguh selama ini, inilah anggun yang insyaAllah berusaha untuk selalu jadi yang terbaik sebagai teman kalian, rekan kalian, bawahan kalian, dan juga guru kalian.

Air mata yang menetes di momen perpisahan ini, semoga jadi saksi yang makin menguatkan ukhuwah kita yaa, tetap saling mendoakan dan menyayangi di atas ridhoNya hingga nanti kita pun bisa berkumpul kembali di jannahNya

Terima kasih untuk 2,5 tahun yang penuh cerita suka duka, 2,5 tahun yang luar biasa.

Mohon do'anya.. life is getting hard in here *and unfortunately i have to face it without u all by my side* ..

bismillah..


imam favorit

Dua bulan lagi ramadhan yaa.. ga kerasa.. asa karek kamari *standar kalimat kalo tercengang dengan begitu cepat berlalunya waktu*

Datangnya Bulan Ramadhan selalu mengingatkan pada masa saya kecil dulu. Di masjid lingkungan rumah selalu banyak kegiatan, mulai dari kuliah subuh, tadarusan, tajil bersama*nah ini yg paling doyaaan* =P, sampai jadwal ibadah rutin di Bulan Ramadhan seperti shalat tarawih. Ketika kecil sih, yang di pikiran nya “asiiikk nih, banyak waktu bareng temen-temen”. Waktu dulu kan sempet ngalamin yang libur sebulan penuuuh ketika bulan puasa. Alhasil, tiap hari agenda kegiatannya adalah : saur, kuliah subuh, tadarus, ketiduran bentar di mesjid, maen monopoli, congklak, atau beklen di rumah tetangga, adzan duhur, pulang, mandi, shalat, nonton tipi, gogoleran, shalat, pasampeur-sampeur lagi siap-siap ke mesjid untuk tajil bersama, buka puasa, shalat magrib, pulang, makan, pasampeur-sampeur lagi buat tarawih, ngabaso+maen, pulang.. hahaha, ya kurang lebih begitulah kegiatannya =P

Dan di masa-masa itu ada satu topik yang selalu dipertanyakan oleh kami setiap harinya, yaitu “Siapakah imam tarawih malam ini?”

Yaa yaa, ada beberapa imam yang kami hindari memang, karena bacaan shalatnya lamaaa, bikin tunduuh, dan bikin waktu main kita setelah tarawih jadi berkurang =P hehe.. Kadang – kadang suka cari-cari alesan, biar ga ikutan tarawih kalo pas imamnya yg dihindari itu hehe *baong* atau kadang-kadang malah jadi berujung ngarobrol seseurian di juru masjid bukannya tarawihan *astagfirullah.. :P*. Tapi ada juga satu imam yang selalu jadi favorit saya, sejak kecil masih aktif di TPA sampe usia *hampir 25* sekarang ini, beliau selalu jadi imam ‘langganan’ di masjid kami *maksudnya yang dituakan, dan sering sekaliiii jadi imam di setiap shalat berjamaah*. Suaranya renyah, bacaannya tartil, dan terkadang tanpa sadar bacaan saya ketika solat sendiri pun sering mengikuti beliau *maksudnya dalam nada dan pemenggalan kata*

Beliau ramah, orangnya hangat, selalu menyapa tiap papasan bertemu di jalan.

Dan pagi ini, pukul 01:55 tepatnya, ketika saya sedang nangkring depan laptop, niat hati mengolah data nilai anak-anak untuk rapot, saya dikejutkan dengan berita yang datang dari pengeras suara masjid.

innalillahi wa inna illaihi raajiun..telah meninggal Bapak Endang Muhammad Toha ………………..”

Speechless saya dibuatnya, tak terasa air mata pun menetes jua. Imam favoritku….. ='(

Beberapa hari terakhir ini memang beliau dirawat di rumah sakit. Beliau terserang stroke, sebelah badannya sudah lumpuh. Ahhh kenapa kemarin waktu mamah nengok ga ikutan yaaa =( menyesal memang tak pernah di awal.

Pa Endang, selamat jalan yaa.. terimakasih sudah mengenalkan nikmatnya shalat berjamaah pada saya. Semoga ringannya langkah Bapak ke masjid setiap waktu sholat, meringankan langkah Bapak juga menuju surgaNya. Amin

Akan merindukan suaramu, pa..sangat =')

ibu love bebz

Pernah suatu kali saya membawa hape ke ruang kelas, karena ketika itu butuh penunjuk waktu (saya jarang-jarang pake jam tangan soalnya =p) .

setelah pelajaran selesai saya pun dikerubungi oleh beberapa murid laki-laki..

*ayoo kita oprek hapenya ibuuu* (oprek means periksa)

*cek fotona yuuu*

*hayuu..hayuu*

ketika pada akhirnya mereka tidak menemukan foto-foto yang aneh..

*kita cek ponbuk aja yuuu*

*coba ti B weh... untuk Beb* (hadoooh)

*oohh M coba M ... my boyfriend* (tambah hadoooh)

*P coba P ... pacarku* (hadoooh lagi)

*A..atuh A.. bisi nulisna AA* (hadooh..hadoooh)

* S.. sigana mah euy Sayang* (hahahaha.. dasar barudaaak)

ketika itu saya hanya bisa ngakak ketawa-ketawa sendirian melihat tingkah konyol mereka.. dan tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat-ingat kejadian itu lagi sekarang.

***

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali tersenyum-senyum sendiri dengan urusan per-bebz-an inih..

Selesai mengajar di kelas yang sama (7D), entah kenapa tiba-tiba saya ingin membuka kembali buku paket matematika milik saya, dan mata ini tiba-tiba melirik ke tulisan di pojok bawah di satu halaman buku tersebut


hahahahah.. dan lagi-lagi saya senyum sendiri ketika itu :) :) :)

resmi jadi tante :)

22 april 2010..

Jam 4 subuh, saya terbangun tiba-tiba ketika tertidur di kursi ruang tunggu lantai 2 rs hermina. Adegannya seperti di sinetron, terbangun seperti terkejut karena merasakan firasat-firasat tertentu. Ketika itu saya berpikir kayanya sudah tiba waktunya deh setelah penantian sekian jam seharian ini. Melihat lampu di depan kamar bersalin yang tiba-tiba menyala, semakin kuat firasat itu

Beberapa menit kemudian, harap-harap cemas saya diiringi tangisan bayi yang terdengar dari dalam kamar bersalin. Bertanya-tanya benarkah dia yang menangis adalah yang dinanti. Baru yakin setelah mamah keluar dari kamar itu sambil menangis terharu, kemudian "udah" katanya

alhamdulillah.. resmi juga jadi tante.

Ini dia.. Lakeesha Alyandra Nugraha, mohon do'anya yaa semoga jadi anak sholehah, sehat, pintar, cerdas, dan tangkas. Tak lupa doakan juga semoga bisa bermanfaat bagi umat :)


hatur nuhun pah, mah :)

Saya suka film india! Mulai dari film india jaman bareto yang ada inspektur berkumisnya ampe film bollywood jaman sekarang yang mulai meminimalisir tarian dan nyanyian. Meski lebaynya mah tetap selalu ada yaa, kalo ngga lebay bukan film india namanya =) *ko nampak ga nyambung ama judul? heuu..kalem ini masih pendahuluan* =P

Setelah My Name is Khan yg saking pengen nontonnya dibela-belain kincit sorangan ka btc, saya pun bahagia sangat ketika diajak nonton 3 idiots ama kunceu marunceu =) Akhirnya di suatu hari di wiken bulan April, kami berdua pun pergi menuntaskan kepenasaranan kami akan hebohnya film india yang satu ini, nu ceuk cenah mah rameee pisan.

Dan setelah menonton, yup saya termasuk salah satu yang terpesona dengan karakternya rancho : badung, pintar, cakep, humoris, peduli, dan penuh kejutan (tipe guwe bangeeeet hehehe).. tapi ada satu hal lain yang istilah sunda na mah nyeredet kana manah setelah saya nonton ini.. =P

yaitu, betapa saya bersyukur punya orang tua seperti mereka


Melihat Farhan, salah satu tokoh dalam 3 idiots, yang sejak lahir sudah dicap di keningnya oleh orang tuanya untuk jadi insinyur lulusan institut ternama atau Raju yang sejak awal kuliah sudah dibebani oleh banyak kebutuhan keluarga, saya jadi benar-benar bersyukur punya orang tua seperti mereka.

Ketika akan kuliah, tak pernah sekalipun orang tua memaksa saya untuk memilih satu jurusan tertentu. Mereka benar-benar membebaskan, bidang apa yang ingin saya tekuni. Ketika pada akhirnya memilih jurusan yang tidak begitu populer, mereka pun tak masalah dengan itu.

Ketika saya lulus kuliah dan pada akhirnya memilih profesi sebagai guru, orangtua pun tetap mendukung dengan penuh semangat. Padahal saya yakin, di hati kecil mereka ada satu keinginan melihat saya yang lulusan institut *nu ceuk cenah mah* terbaik di Indonesia bekerja di satu perusahaan ternama dengan gaji berjuta-juta *karena tak bisa dipungkiri, buat sebagian orang kesuksesan itu diukur dari materi*. Sementara saya pada akhirnya "hanya" terdampar di satu sekolah di pinggiran kota Cimahi dengan penghasilan secukupnya.

Kadang saya juga bisa melihat ko, ketika bumn tempat papah bekerja membuka lowongan dan beliau memberi informasi kalau-kalau ada teman saya yang ingin mencoba mendaftar.. saya bisa melihat di sana ada sebersit harap andaikan saya juga mencobanya. *duuuh..maaf ya pah* tapi tak sekalipun beliau pernah memaksakan soal hal itu.

tak pernah memaksa dan mereka berdua selalu ada.. selalu antusias mendengarkan setiap cerita saya tentang kelincahan murid-murid di sekolah, selalu mendengarkan keluhan ketika lelah itu datang, dan bahkan sesekali masih anter jemput ketika ada kegiatan sekolah sampai malam. Iya, mereka selalu ada.

Hatur nuhun ya pah, mah.. =) selalu bangga menjadi bagian dari kalian, semoga selalu ada jalan untuk membahagiakan kalian, dan semoga "jadi orang tua yang baik" itu genetik yaa.. sing nurun ka abdi, ya Allah =)

nyanyi bersama ichan :)

Masih inget fajar maulana ihsan?? bungsunya Oos United, kesayangan kami semuaaaaa =)

Menginjak usianya yang hampir 3 tahun, si kasep ini makin baceo aja, makin pinter, makin lincah, meski tetep makannya mah masih aja susaaaaah..

Selain hapal doa mau makan dan mau tidur, Ichan juga udah bisa nyanyi. Udah banyak lagu yang bisa didendangkan (meski banyaknya cuma apal ujung kalimatnya doank hehe). Mulai dari lagu bintang kecil, kulihat awan, ambilkan bulan bu, naek kereta api, ampe cicak-cicak didindididing kalo kata ichan =P

Minggu kemarin saya mau ajarin satu lagu baru buat dia, lagu itu looh, topi saya bundar.

"chan..chan dengerin nih, tgun mau nyanyi"

"topi saya bundar.. bundar topi saya" (sambil pake gaya tea nyanyinya)

baru sampai situ tiba-tiba dia protes.

"ngga duuunn... topi dede ngga bundar, topi dede mah batman" sambil bergaya ala superhero

hahahah dan ahirnya tiap saya menyanyikan lagu itu, beberapa kali si kata "bundar" harus diganti dengan kata "batman" =))

Kritisnya adeku ini juga muncul ketika diajarin lagu yg lain

Kala itu dia baru saja mendapatkan hadiah mainan avatar yg kukudaannya itu loh *kuda tapi berkaki enam tea ning*
Saya pun bilang " dee.. ada lagu tentang kuda de"

"Pada hari minggu kuturut ayah ke kota.. naik delman istimewa ku duduk di muka"

baru sampai situ dia protes lagi..

"maca duduknya di muka ciiiiih, duduknya di ciniiii" sambil nunjuk bagian punggung kuda, tempat pelana berada

hahahha dia pikir duduk di muka itu artinya duduk di wajah sang kuda... bingung saya jelaskan tentang homograf sama anak yang baru berusia dua tahun lebih itu =p.. hehe dasar ichoooonnn

Masi banyak kepintaran sang jagoan ini, nanti kapan2 saya ceritain lagi deh yaaa.. doain ichan kami makin pinter yaaa dan makin soleh =)

*sekarang udah rajin ikut papap ke masjid kalo magrib loh, dan dia janji ga akan lari-lari main di belakang masjid .."cuma jalan-jalan aja ko mah, ga lari" katanya hehehehe*

ujian nasional bikin boke' =P

Tak terasa hampir satu tahun ajaran lagi akan dilewati, sudah akan bertemu lagi dengan Ujian Nasional.. (wowwww cepat sekaliii, asa karek kamari).

dan entahlah ini disebut suatu keberuntungan atau tidak buat adik-adik kelas sang peserta ujian, karena ketika ujian nasional dilaksanakan, tentu saja mereka diliburkan. Apalagi di sekolah saya yang gedungnya masih bersatu antara MTs dan MA, jadilah liburnya lebih lama (2 minggu sajah gituuuuhh.. minggu pertama ketika UN MA dan minggu kedua ketika UN MTs.. hoho berasa libur akhir semester)

Saya kira mereka bakal bersorak-sorai dengan agenda "libur panjang" ini, meski tugas tentu saja menumpuk, kan judul liburannya adalah "belajar di rumah".. tapi ternyata ada juga yang mengeluh ga mau liburan.. gini katanya :

"Bu.. bu.. ga usah libur lah buu.. sekolah aja lahh, tapi pulangnya jam 9"

"harrr.. kenapa?"

"soalnya kalo liburan, suka ga dikasi uang bekel huhuhu, tar boke' deeehh"

Hahahahah.. sugan teh saya doank pas jaman bereto yang ngalamin kasus beginian, ternyata masi usum yaa sekarang juga =P tak apalah boke'sebentar, lain kali mah nabung yaa sebelum liburan hehehe

Selamat berlibur saja anak-anakku, kerjakan tugas-tugas yang dikasih dengan baik yaa, inget "sebaik - baiknya perbuatan adalah yang dilakukan sedikit-sedikit tapi berkesinambungan"

*tak lupa minta doa buat murid -murid kelas 12 dan 9 ku, mudah2an mereka diberi kesehatan dan ketenangan ketika UN, mudah dalam menjawab setiap soal, dan diberi hasil terbaik*

semoga ilmumu bermanfaat untuk umat :)

Sabtu kemarin, saya bersama manajer dan 2 rekan guru berkesempatan mempromosikan sekolah kami di salah satu SD islam swasta ternama di cimahi yang murid-muridnya pada akhirnya banyak menjadi murid-murid kami =D)

Ketika itu sedang ada agenda pertemuan alumni bersama orang tua dan siswa-siswi kelas 6 SD tersebut. Kami diberi satu buah stand untuk promosi. Jujur saja dengan padatnya agenda beberapa minggu ini, persiapan untuk promosi kurang pol-polan. Baru disiapkan pagi hari menjelang berangkat.. banner, kalender untuk souvenir, brosur, formulir pendaftaran, tak lupa laptop berisikan foto-foto kegiatan di sekolah dan video pensi guru *haha..teuteuuup pamer karya..dasar narsis*. Nah sebelum berangkat, kaideuan, karna target promosi kali ini banyaknya adalah siswa SD kayanya bagus juga kalo kita nyediain permen, buat menarik perhatian *ahirnya beli lah saya permen loli milkuat di toko di pasar...sebungkus isinya 50 biji harganya 17500* =P

Sampai di sana, beberes dan nangkring, majang permen di keler yg bentuknya kaya akuarium itu loh *atau itu sebenernya akuarium tapi kita fungsikan sebagai keler yaa??* hehehe

dan ternyata benar saja kawan-kawan.. permen kami menarik banyak perhatiaaaaann.. huhuy =p
Meja dikerubungi barudak leutik kelas 6 yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami sebagai syarat dapet permen.

Kemudian, ketika meja mulai sepi dan saya lagi nge-lamun, ada seorang anak laki-laki lewat sambil senyum-senyum. Saya udah curiga *heuu pasti kabitaeun permen yeuuh* kemudian saya sapa dia

"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" sambil langsung nyamperin..
"namanya siapa?"
"...." saya aga lupa, kalo ga salah namanya fadli =P
"hoo..kelas 6 yaa? nanti mau ke smp mana?"
"smp 5 bandung"
"hoo kenapa pengen kesana"
..............................................

obrolan berlanjut..dan saya simpulkan anak capetang ini pasti anak pintar, sampai akhirnya
"mau permen?"
"boleh?" dia bertanya
"boleh..ambil aja"
"makasih yaa"

Tak lama setelah itu, terjadi obrolan antara beberapa orang anak *diantaranya anak pintar tadi* dengan manajer saya yang kebetulan guru sains. Mereka ngobrolin tentang mata kucing yang bercahaya kalo di malam hari.

Sang anak pintar tampak tertarik dengan pembahasan ini, sampai pada akhirnya dia terus-terusan minta pertanyaan menarik yang berhubungan dengan sains *yang tentu saja kalo bisa dijawab berhadiahkan permen* hehehe

Pa manajer pun memberi satu pertanyaan "kenapa beruang kutub ga suka makan pinguin?"
Banyak jawaban yang keluar, di antaranya "abis pinguin banyak bulunya doank, dagingnya ga adaan" atau ada jg yang jawab "pinguin renangnya cepet"

Setelah mengeluarkan beberapa jawaban yang bisa dibantah kebenarannya oleh manajerku, anak pintar pun mulai merengut terlihat berpikir..kemudian dia jawab

"aku tau..aku tauu..soalnya beruang tinggal d kutub utara, pinguin di kutub selatan jadi kejauhan"

"pinteeeeerrr.." jawab manajerku

Subhanallah.... setelah memegang permen hadiahnya, dia pun berkata "lagi donkk lagiii"
huee..setelah sekian banyak pertanyaan masi minta lagi.
Terus saya bilang "Kalo mau pertanyaan lagi, masuk asih putera yaa, nanti dikasih yg banyak di sana" *hahaha kan judulnya agenda hari ini..promosiiii* =p
Kemudian "giliran aku kasih pertanyaan yaa"
"boleh..boleh" kata kami sambil penasaran
"berapa kali besar saturnus kah cincinnya yang baru saja ditemukan baru-baru ini?" *dia menyebutkan februari, pas saya googling ternyata okt 09*
FYI, dia melengkapi pertanyaannya dengan nama teleskopnya segala rupa yang saya aja meneketempe. huaaaa subhanallah pintarnyaaa

Pertanyaan ini dilanjutkan dengan diskusi antara anak tersebut, temannya, dan manajer saya tentang luar angkasa.. Selebihnya banyaknya adegan saya takjub melihat luasnya wawasan anak tersebut terutama soal luar angkasa. *dan bikin saya ngeh, kenapa kuis are u smarter than a fifth grader bisa ada* :P

Penasaran..saya tanya dia
"cita-citanya mau jadi apa?" karena saya yakin anak sepintar dia pasti punya cita-cita yang unik
"temen-temenku juga uda pada tau"
"iya, mau jadi apa? ibu pengen taunya dari orangnya langsung"
"tebak"
"mmm..astronot" mengingat antusiasmenya ketika ngomongin planet, asteroid dan semacamnya
"bukan"
"pilot pesawat luar angkasa"
"hampir bener"
"ih apa doonk..kasi tau aja, biar nanti ibu doain mudah2an tercapai"
"tadi hampir bener tuh"
"pilot?"
"aku kasi petunjuknya ya, nama pesawatnya.. xB 70 valkyrie"

Hehhhhhh? saya cengo sesaat.. kemudian takut salah, saya tanya manajer.. itu pesawat apaan sih? bomber kan yaa?
dan ternyata betul doooonnnkk..huhuhuhu

terus manajerku bilang "kenapa cita-citanya jadi pilot pesawat yang mematikan makhluk hidup? mendingan yang menghidupkan ajaa"
dan dia hanya tersenyum...

ahhhh ..AA, ibu mah ga akan ngedoain cita-citamu tercapai ahhh.. tapi ibu doain semoga kepintaranmu, ilmumu bisa memberi sebanyak-banyaknya manfaat bagi umat yaa..amiiiiinnn =)

sing soleh ya A =)


bukan orang paling menderita di dunia...

malem hari di perjalanan pulang dari sekolah sehabis ngajar asrama..


ya Allah..kieu-kieu teuing atuh gawe teh..
dari pagi-pagi banget sampe malem banget..
udah mana belum bisa berkendaraan sendiri
masi hobi ngangkot kemana-mana
duh leuleus ya Allah.. jiwa raga kalau mau lebay mah
ditekan dari atas, dituntut dari samping..
padahal yang didapat tak seberapa..

tiba-tiba...
lewat di hadapan angkotku yg sedang mengetem, seorang pemulung..
malem-malem beginih masih kokoreh tempat sampah nyari sampah plastik..
astagfirullah..

iya, iyaa..saya bukan orang paling menderita di dunia, lalu mengapa harus berduka??


*padahal kalo saya ikhlas, ganjarannya pahala berlipat-lipat untuk orang yang membagi ilmunya*

ayo anggun, semangaaaaaaat, udah berulang-ulang nih kaya gini..mengeluh kemudian diingatkan, tandanya Allah sayang... jangan menyerah, nggun \(^^)/

honor seminggu, hanya sampe rabu

Ada satu acara TV yang saya suka kalau minggu malam tiba (meskipun ga rutin ditonton). Nama acaranya Zona Memori di Metro TV (iya, iya saya jadul.. tapi tak apalah, lagu-lagu lama memang enak didengar ko.. musiknya tidak ijigimbreng dan liriknya ga geje.. hadah bahasa apa pula ini hehehe). Beberapa bulan yang lalu bintang tamu yang dihadirkan adalah K3S, kelompok vokal yang anggotanya Dian Pramana Putra, Dedi Dukun, ama satu lagi saya ngga tau namanya =P bersorak sorai saya ngedenger lagu OH YAA... ahhh sukaaaaa..

*ingin kumengejar seribu bayangmu, namun apa daya tangan tak sampai, memang benar apa kata pepatah, kalau jodoh ga lari kemana*

langsung keesokan harinya ng-download lagu itu =)

Dan 2 minggu yang lalu saya bersorak sorai lagi, karena zona memori kala itu bertemakan reuni P-Project... waaaaa senangnyaaaaa... saya termasuk salah satu fans mereka. Ngoleksi kasetnya, hampir hapal semua lagunya *lebay* dan selalu nongkrongin depan tivi kalo video klip mereka lagi eksis di layar kaca haha.

Salah satu personil yang paling saya suka adalah Kang Da'an.. heu entah kenapa, suka sekali melihat wajah lempeungnya kalo lagi ngabodor hehehe.. makanya ketika saya masih jadi sarpen (red : manager) LSS dan ngisi acara nikahan alumni, saya seneng bangeeet ketika tau MC resepsinya adalah Kang Da'an. Foto bareng donk tentunya, takkan mungkin kulewatkan =)

Ada satu lagu P-Project yang paling saya inget dan termasuk salah satu favorit, judul nya Kuingin jadi guru

Dikelas..Kutulis nasib seorang guru
Mengajar banyak ilmu
Hingga kini aku mm.. Banyak tahu

Semoga diriku…‘Kan jadi sepertimu
Dicontoh dan ditiru
Kau tak pernah jemu mengajar muridmu

Sanggupkah aku menjadi guru
Honor seminggu,Hanya sampai rabu

Babe setuju,Kujadi guru
Bila itu memang cita-citaku


Beri les… Jual buku…‘Tuk nambah uang saku
Tapi ku tak setuju Jadi diktator, Jual diktat b’li motor

Disunat…gajimu..Murid badung melulu, Tapi cita-citaku
Tetap selalu ingin jadi guru


Suatu saat kan kuingat..
Betapa bermanfaat
Ilmu-ilmu yang kudapat
Dari guru yang mengajar
Serta bekerja berat..berat..berat
.


Hehehe.. uda suka dari dulu, bukan karena curhatan profesi saat ini..ehhehe sayang kemarin ga dinyanyiin pas di metro tv, ahhh tapi lumayan ketang, acara kemarin menuntaskan kekangenan pada lagu2 mereka. Akhirnya sekarang ngedownloadin lagi dehhh.. hihi mari mari =)


hobi baru :)

Ada yang protes katanya bosen ama "testimonial"..hahaha.. uda lama tak ngupdate blog geuning yaa saya teh =p

Salah satu alasannya adalah ini :


Iya, saya lagi hobi rajut merajut, sampai (alhamdulillah) waktu berkecimpung di dunia maya lumayan tersita. Mamah saya sih lebih seneng liat saya begitu, soalnya lebih produktif katanya, daripada nagog depan komputer wae hehehehe.. =)

Niatan untuk menekuni hobi ini sebetulnya udah lama, sejak jaman kuliah dulu, tapi baru terlaksana sekarang.

Awalnya kurang lebih sebulan yang lalu, ada teman tercinta menghubungi via ym dan sms, ngajakin belajar merajut. Merasa tiba waktunya, ahirnya ikutan lah si akeu teh. Kumpul berempat dengan salah satu diantaranya adalah suhu merajut, belajarlah kami membuat syal di reading lights. Hari itu hari pertama saya berkenalan dengan dua jarum breien yg ketika memegangnya berasa lagi megang stik drum =P

Satu minggu yang seru, pabulat beulit jeung benang =p Akhirnya jadilah rajutan yang (ceritanya) berupa syal. Udah tahan banting, tutup telinga, denger orang2 yang komen..

"iih sugan teh kornet"

"loh nggun, ko rajutannya ga ada tulisan 'welcome'nya" haa..dikira keset aja ituh syal..

tapi ya sudahlah, pokonya mah saya berbangga hati bisa bikin syal sendiri.. hihiy \(^^)/


Belum puas dengan syal, diperkenalkan dengan hakken oleh teman sekantor.. makin jatuh cinta dengan dunia merajut setelah itu =)

Kokoreh di kamar sepupu, ahirnya menemukan hakken dan benang wol.. hihihi.. mari merajut lagiiii. Selang beberapa hari jadi lah rajutan yang (ceritanya) berupa tempat hape, tapi pada ahirnya lebih mirip tempat bohlam wkwkw =p. Keliatan kan masih muringkel2nya, belum rapih, dan salah ukuran.. hehe

Tapi tetep masih semangat dooonk, hingga akhirnya hunting benang ke crayon gramedia. Kalap, beli banyak benang warna-warni,, lalucuuuu.. kemudian tak lupa membeli satu buah buku "RAJUTAN UNTUK PEMULA" karya Thata Pang buat menambah pembendaharaan pirajutaneun.

Dua hari setelah itu jadilah topi bayi buat calon ponakan pertama.. hihi.. lucu kaaan??


Tak pernah menyangka bisa segini jatuh cintanya ama dunia knitting. Kalau lagi tekun ngrajut sampe kadang2 lupa ngemil yang merupakan hobi utama dulu (tambah seneng donk saya tentunya =P) haha

Kalo kata ratih mah, banyak makna di balik merajut itu. Bukan hanya sekedar membulat-beulitkan benang, tapi juga belajar menerima, belajar memaafkan diri sendiri di masa lalu, belajar kalo yang udah salah ya digimanain lagi… belajar berusaha dan bersabar =)

Really..really loving my new hobby.. (hobby loh yaa, bukan hubby..ehhehehe)
Mudah2an konsisten dan hobinya bisa bermanfaat yaa, ga cuma buat diri sendiri tapi juga buat orang lain =)

testimonial

FB udah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang tampaknya *salah satunya saya* hehehe.. barusan ikutan kuis *what does ur birth day say about u?* di sana dan hasilnya :

Anggun took the What does your birthday say about you? quiz and the result is October

Loves to chat. Loves those who loves them. Loves to takes things at the center. Inner and physical beauty. Lies but doesn't pretend. Gets angry often. Treats friends importantly. Always making friends. Easily hurt but recovers easily. Daydreamer. Opinionated. Does not care of what others think. Emotional. Decisive. Strong clairvoyance. Loves to travel, the arts and literature. Touchy and easily jealous. Concerned. Loves outdoors. Just and fair. Spendthrift. Easily influenced. Easily loses confidence. Loves children.

Kalo udah ikutan yang beginian suka nyocok2in sendiri pada akhirnya.. hmm kaya nya bener deh, hmm ko bisa pas yaa, iihh iya niih gue banget.. hehe suka gitu ngga? saya sih iya =p

dan setelah ikutan kuis ini, saya jadi inget masa lalu.. Jamannya friendster lagi memasyarakat, belum kalah pamor sama FB. Salah satu yang paling saya suka dari friendster adalah adanya testimonial *yang kalo di FB mah jadi wall meureun ya?*. Yang pada awal masanya, testimonial ini benar-benar diberdayakan untuk memberikan penilaian terhadap seseorang, kadang pujian, kadang kritik membangun *kadieukeun na mah sama aja kaya wall FB jadi tempat ngacapruk hehe*. Dan buat saya, testimonial ini pernah jadi motivasi saat krisis pede melanda *terutama bagian pujian-pujian dari orang* haha =P

Ada satu testimonial yang paling saya suka, datangnya dari idola sejuta wanita [LSS] (haha lebay) Rizkie M. Subchan .. gini katanya..

anggun..
jika sifat seperti namanya..
mungkin kurang serasi..
eh, yah mungkin suatu saat..

jika hati seperti namanya..
Insya Allah, there u are!!


hihi so sweet banget kan yaa? *seuss..suka bukan karena kang ikie yang ngasih, tapi karena isinya hehehe* =p

*lagi nostalgila nih jadinya, buka2 FS dan terperangah dengan tampilan barunya hehehehe*

tak selamanya indah

Sekolah saya ceritanya ngambil tema sekolah semi alam.. hehe :D jadi ada beberapa ruangan kelas yang outdoor, dinamain gazebo *saung kalo org sundanya bilang mah*

Dengan sistem moving class yang terjadwal, saya pun kebagian ngajar di gazebo2an ini. Tantangannya luar biasa ngajar di sana, noise dari jalan raya, kadang2 kepanasan, belum lagi fokus anak2 yang mudah terpecah belah karena begitu banyak pemandangan di sekitar.

Suatu siang saya mengajar di gazebo 1 (fyi, gazebonya ada 5). Kala itu mengajar kelas 7c, dimana ada satu musuh bebuyutan tinggal hehehe *hobi berantem ama dia*. Sulit sekali bikin dia diem merhatiin ketika saya nerangin atau ngerjain tugas yang udah dikasih. Dikasih tau hobinya nembalan. Dan di hari jumat ketika murid2 diperbolehkan membawa handphone, makin sulit lah mencuri perhatiannya..ahhh =( *pernah suatu kali saya menyita hp-nya karena digunakan ketika sdg belajar, tapi ternyata bikin dia hanya kapok sesaat*

Ngga ko, saya ga menuntut murid-murid saya untuk duduk diam manis ketika saya mengajar. Malah saya selalu berusaha bikin suasana sesantai mungkin, tapi tentu saja santai bukan berarti bisa seenaknya.

Kala itu dia mulai ga bisa diem, ngegangguin temen sekelasnya, berkali-kali saya menyebut namanya, minta dia merhatiin saya dan ga ngeganggu temennya. Dia cuma membalas dengan ketawa cengengesan. Kesel saya bertambah setelah dia dengan beraninya keluar masuk kelas (gazebo) tanpa minta izin.. sampe saya rasanya ingin bersuara agak keras *kalo keluar lagi, tar ga boleh masuk lagi looh*.. tapi masih bisa saya tahan. saya pelototin doank dia, dan tampaknya dia mengerti saya ga suka dengan apa yg dia lakukan. dan dia duduk tenang.... untuk sesaat..

Dan di saat seperti itu.. tiba tiba ada layangan putus yang terjatuh di dekat gazebo, berlarian lah si dia keluar gazebo, moro tuh layangan..duh gustiiii.. saya masih bisa menahan marah, bertoleransi sedikit dengan pikiran *sudah.sudah.. jangan rusak kekreativitasannya*..kasih tau pelan-pelan, toh saya juga pernah seusia mereka, dan nakal sedikit memang lumrah.

tapi ternyataaaaa kelincahannya tak berhenti sampai di situ. di gazebo yang tidak terlalu besar dan penuh terisi oleh 25 murid dan satu guru yang memang tidak kurus inih, dia mainin tuh layangan yang baru saja didapat. Tentu sajaaaa mengganggu yang lain donk ahhh, dikira ini lapangan apah buat maen layangan. Ya Alloh.. minta dijitak nih anak.

Mulai lah suara saya agak tinggi "kalo masih mau dimaenin itu layangan, nanti ibu sobek"

dan tau kah anda jawabannya
"heee..ga usah repot2 bu, sobek sendiri aja"
dan setelah berkata seperti itu disobeklah sang layangan dilanjutkan ketawa cengengesan (lagi)

duh gustiii, ssabaaaaarrr.. saya antara kesel bangeeeet, gendok, dan pengen ketawa melihat kelakuannya. hhehehehe..

"atuh lahhh.. kel.. perhatiin dulu lahh, ibu nya lagi nerangin".. luluh lah dia akhirnya, mungkin ga tega liat wajah saya yang memelas sembari berusaha galak. heu...

ya..ya..ya.. jadi guru itu tidak selamanya indah -kecuali buat bu indah kali yaa, rekan guru matematika saya di sekolah..hehe-. Setiap perjalanan kehidupan pasti ada ujiannya. Apalagi pekerjaan sebagai guru, sedikit berbeda dengan pekerjaan lain yang mengolah data, mengolah benda mati.. karena bahan dasar kerjaan guru itu manusia. Mengolah manusia, mendidik murid2nya biar jadi orang berguna. Yang namanya manusia tea atuh, beragam karakternya, beragam kemampuannya. Ketika dihadapkan dengan murid yang 'berbeda' dan 'lincah'nya luar biasa, itu ujian buat sang guru. Ditambah dengan media elektronik yang banyak memberikan pengaruh-yang-tak-selamanya-baik untuk anak2 di masa sekarang ini, bertambah lagi lah tantangan para guru.

Sabar memang jadi modal utama dan juga harus cerdas melihat situasi kondisi. Kadang-kadang saya sendiri suka takut-takut bertindak ketika dihadapkan pada kelincahan anak2 yang kdg2 bikin keselnya luar biasa, karena apa yang kita lakukan pada anak2 di masa pertumbuhannya akan mempengaruhi karakternya nanti. Masih harus banyak belajar.. hosssh

Yang terpenting sekarang, bagaimana mengarahkan mereka agar "stay in the line", menyalurkan kelincahannya agar tidak menyimpang. karena saya sudah sering melihat, orang2 yang ketika kecilnya lincah luar biasa, ketika dewasa dan menyalurkan kelincahannya di jalur yang positif, mereka pun menjadi orang-orang hebat :)


dan aku pun percaya, kamu bisa anak2ku :) doa ku selalu..

*mudah2an sanggup mengemban amanah ini,, Ya Alloh,, berilah kemudahan..amin*


suatu sore bersama pa nandang

Ketika itu selasa sore sehabis mengajar..


Kata manager *hayu..rapat..rapat* ...

*ahh tidaaak..rapat (lagi)??* kata saya dalam hati ..aya ku sering pisan rapat teh (doh). Karek ge kamari rapat, pulang magrib :(

Dengan amanah baru yang diberikan pa manager, jadilah bertambah agenda rapat saya, ga cuma rapat mingguan guru, hari kamis saja seperti biasa..tapi adakalanya ikut rapat bersama yayasan, seperti kali ini. Ya sudaaah lahh..dengan berat hati -sambil mengingat agenda yang tampak padat merayap sekali di minggu ini, tiap hari pulang hampir magrib, bahkan sampai ke weekend nanti pun padat agenda, kapan saya reureuhnyaaa-..saya pun tetap pergi. Dari mts di cihanjuang, pergi ke MI AP di cibabat, tempat rapatnya dilaksanakan.

tapi ternyata rapat selesai lebih cepat dari yang saya duga, alhamdulillah :) pulang..pulang mari pulaaang... tapi ketika itu saya dilanda sedikit kebingungan. Pulang lewat mana yaa?? kalo dari cibabat, saya bisa pulang dengan dua arah. Lewat cimindi.. tapi pasti sore-sore beginih lagi macet2nya, jam pulang karyawan pabrik..ah tidak tidak..kita lewat jalur cimahi menuju pasar antri saja, tapi ya ampuun..nyebrangnya kan sulit, jalannya gedee bujubuneng. Lagipula saya kelewat lemes setelah seharian ngajar untuk berjalan menuju jalan raya, tempat bisa menyetop angkot (fyi, mi ap lokasinya masuk dulu ke dalam gang..jadi kudu jalan rada jauh heula kitu mun rek naek angkot teh, roger ganti)

ahirnyaaa..lagi-lagi tukang ojeg become my saviour haahha.. berjalanlah saya ke pangkalan ojeg dekat situ
*pa..ojeg*
*hayu neng.. kamana neng?*
*mmmmm... ka tagog pa, payuneun gang lurah yaa* kata saya setelah berpikir,, ahh dari situ tinggal naik angkot sekali menuju rumah..sip2..tak sabar ingin segera sampai rumah.

ngeeeenng..motor pun berjalan. dan dimulailah cerita bersama bapa tukang ojeg.
*bu guru nembe uih? rada sonten geuning*
*muhun pa..rapat heula*
*oohh.. wah neng... eh neng...*
*wah..oh kitu pa.. muhun pa...* ngobrol terus sepanjang jalan pokonya hahaha

Namanya Pa Nandang, dan sungguh dia seneng sekali mengobrol..tapi seru, perjalanan jadi tak terasa lamanya.. ujug2 udah sampe tagog, depan gang lurah.

*neng..bumina di mana kitu?*
*cibeber..pa*
*ahh kagok atuh..hayu lah dijajapkeun ku bapa.. tenaaang, harga dikorting*
*wahh leres pa?*
*hayuuu neng...sok, siaapp?*
*siap pa, kemoon!*

Ahirnyaaa..jadilah bablas..saya pun mengojeg nepi ka rumah hahaha. tapi beruntung saya memilih ngojeg, karena ternyata di baros, tengah perjalanan, macet cukup padat karena ada bus karyawan yang mogok. kalo pakai motor kan bisa sulap salip susulapan.

Dengan pemandangan para karyawan pabrik yang sedang mendorong beus..obrolan berlanjut.
*duh karunya ya neng..uih damel teh, hoyongna reureuh..ari pek teh beus na mogok, jadi kudu ngadodorong heula.. da beurat atuh ngadorong beus teh, komo sagede kitu mah*

*muhun nya pa...* dan jedaaang, hati saya tertohok..Ya Allah, masih ada yg lebih tidak beruntung dibanding saya.. saya cape pulang kerja, masih bisa pulang dengan cepat, naek ojeg, ga perlu ngadodorong beus mogok. Dari segi finansial, pendapatan yang saya terima dengan kelelahan ini masih lebih tinggi dibandingkan para karyawan pabrik itu. Dari kenyamanan dan keselamatan kerja, tentu saja masih lebih mending saya. Saya ga bisa membayangkan kebosanan yang dirasakan oleh mereka dengan kerjaan yang sungguh monoton, gitu2 aja teruss.. sedangkan saya, tiap hari bisa bersenang-senang terus main sama anak2..tapi keluhan tiap hari kayanya ga pernah absen keluar dari mulut saya, duh astagfirullah.. ahh masih kurang bersyukur

Perjalanan pun berlanjut.. sudah masuk daerah cibeber, pa nandang bertanya
*neng..tebih kieu atuh bumi teh..caroge na teu tiasa ngajemput?*
*heuuu..teu acan gaduh pa*
*euleuuuhh..si neng.. nya sawios lah neng, teu acan dipercanten panginten nyaa*

Jedaaaaang..hati saya tertohok lagi. Obrolan pernikahan memang lagi hangat dibicarakan di kalangan remaja seusia saya *haha remajaaaaa..donk* tapi biasanya komentar setelah pertanyaan *udah nikah belum* atau *kapan nikah* (yang tentu saja dijawab *belum -sambil nyengir* atau *piduana weh, saenggalna*) adalah.. *tenang saja belum waktunya..semua akan indah pada waktunya*..gitu kan?

tapi kali ini saya dapat komentar yang berbeda *teu acan dipercanten*.. belum dipercaya donk...sodara-sodaraaaaa!!

Entah kenapa ini menohok hati saya..sungguh. Hmm..yayaya benar kata pa nandang. Selama ini dengan sombongnya saya merasa sudah siap, tapi berpikir waktunya saja yang belum datang, .sabar menanti..sabar menanti. Padahal bisa jadi ternyata saya sebetulnya yang belum siap..atau katakanlah belum betul dalam bersiap-siap..jadi Allah belum memercayakan amanah itu kepada saya. Hahaha..mencerahkan hati jadinya.. dan teuteupp.. menohok hati..huhuhu

tak terasa..sampai juga di rumah.
*hatur nuhun ya paaa nandang*
*muhun neng, sami2.. yu ah bapa pamit*
*mangga pa* :)

ahh sore yang penuh makna..sakali deui, hatur nuhun pa nandang :)


nb : maaf ya buat yang ga ngerti bahasa sunda.. saya males nranslate.. :P hehehe.. eh btw busway, postingan saya cukup banyak juga yaa tentang ojeg atau tentang angkot... hahahahha.. kieu yeuh, nu kolot di jalan mah :P tapi semoga pembaca blog saya menikmati :)

cag ah!

idola pagi

Dengan jadwal kerja yang dimulai dari jam 7 pagi, tentu saja menuntut saya -yg tinggal di agak ujung dunia belok kiri- untuk setiap hari *kerja..red : senin-jumat* pergi pagi-pagi dari rumah. Tetap dengan gaya nebeng dulu Pa Oos, meski kali ini tidak sampai tempat tujuan karena kalau begitu akan muter-muter sekali jadinya, cukup setengah jalan saja, dan selanjutnya saya teruskan dengan menaiki angkot satu kali menuju cihanjuang. Kurang lebih 30 menit perjalanan setiap paginya.

Rasa malas yg begitu besar -ga usah ditanya- sering sekali menggelayuti diri. Apalagi kalau lagi musim hujan, sehingga udara pagi begitu dingin menusuk kulit. Aahhhh.. rasanya abis solat subuh pengen terus selimutan saja, sampe tak sadarkan diri dan bangun-bangun udah di siang hari... tapi HEEEEYYY.. apa kata dunia, masa bu guru ko pemalas!!!!!

Beruntung setiap pagi, banyak sekali "titingalieun" selama di perjalanan menuju sekolah. Banyak ketemu orang, banyak melihat orang. Memang benar, orang-orang yang penuh semangat selalu bisa menularkan aura positif buat sekitarnya, dan itu banyak saya temukan setiap pagi, suasana perjalanan yg menyenangkan.

Pernah suatu pagi, saya seangkot dengan tiga orang ibu, dua orang di antaranya adalah guru. Informasi itu saya dapatkan dari hasil curi dengar obrolan mereka *dosa ga yah, nguping? tapi da mau pura2 ga denger juga pasti kedengeran atuh.. secaraa.. di angkot gitu looh*

Nah singkat cerita, dari obrolan mereka saya jadi tau, salah satu ibu guru tersebut tinggal di daerah Banjaran sana.. Wooowww jauh sekali yaa. Dan tahukah anda, beliau bekerja di parongpong (parongpong teh cihanjuang kaluhur deui kalo anda belum tau). Wakwaw! Setiap hari beliau pergi dari rumah pada pukul 5, selepas subuh. Sama dengan saya, jam masuk kerjanya adalah jam 7 pagi. Beliau bilang kalo pergi jam 5 ituh, tepat jam 7 biasanya dia sampai di sekolah. Gustiiii.. 2 jam perjalanan, Bandung-Jakarta ge nepi eta mah.. dan ketika itu beliau menceritakannya tanpa keluhan, nada ceria saya dapat dari setiap perkataannya.. luar biasaaaaaa *saya keprok nangtung dalam hati buat sang ibu guru kala itu*
*jadi malu juga.. saya yg masih bisa pergi jam 6.15 dan sampe di sekolah dengan tidak terlambat, masih seriing sekali didera rasa malas dan uring2an sebelum pergi..astagfirullah*

Masih banyak orang-orang yang saya temui setiap paginya.. banyak para pegawai negeri karena sekolah saya dekat dengan pemkot cimahi, ibu-ibu yang pulang dari pasar dengan membawa begitu banyak gembolan, ada pula satu orang bapa yg rajin sekali ke pasar dan di angkot hobi sekali bercerita tentang kondisi politik ekonomi negara kita (beberapa kali saya seangkot dengan beliau), para tukang servis jam tangan keliling yang setiap pagi rutin berkumpul dulu untuk kemudian berangkat bersama-sama mencari nafkah, sepasang kakak-adik usia sd yg selalu bergandengan tangan siap2 pergi sekolah, tukang bubur depan indomaret yang rajin banget senyum, yaaa.. banyak orang yang memberi saya inspirasi dan semangat di pagi hari *ga perlu beli sindo dulu saya mah..hehehe*

tapi.. ada satu idola *tetap* pagi saya.. Entah baru kapan saya menyadarinya, ternyata setiap pagi saya melihatnya berdiri di depan gang menuju satu sekolah dasar, tanpa pernah absen -sejauh yg saya tau-

Beliau berdiri di sana dengan seragam gurunya dan kadang2 dibalut dengan jaket olahraga. Beliau tidak rajin tersenyum, diam setiap kali saya melihatnya, tipikal org yg tidak banyak bicara tampaknya, tapi entah kenapa, setiap saya melihatnya hati saya selalu merasa hangat. Setiap kali melihat murid-murid yang telah disebrangkannya di jalan raya menuju sekolah kemudian mengsun tangannya memberi salam, saya tau, beliau dicintai oleh mereka.

Ya..setiap pagi, beliau selalu setia menyambut murid-muridnya yang datang ke sekolah, membantu menyebrangkannya, setiap pagi..iya setiap pagi.. bahkan ketika saya merasa datang kepagian ke sekolah.. eh ketika lewat depan sekolah dasar tersebut, beliau sudah ada, dengan setianya menanti. Luar biasa pa! kagum saya dengan kekonsistenan anda :)

Tapi setelah liburan lebaran tahun ini.. saya kehilangan beliau. Sekolah dasar nya saya lihat sedang dalam tahap renovasi. Mungkin ini ada hubungannya dengan absennya beliau dari tempat biasanya beliau berdiri yaa. Ahh saya rindu..sungguh rindu.. :(


semoga bapa sehat-sehat saja yaaa.. dan selalu ada dalam kebaikan! amin..