*Gugum juga suka nyirikin saya pa* kata fichri
dimulailah lagi sedikit adu mulut di antara mereka,
*udah atuh sok di sini berantemnya*
hihihi.. cucu yang baik kau nak, selalu mendengarkan petuah nenek =)
*Kamil, gugum pernah bikin kamu sakit hati?*
*Iya pa, dia pernah ngmongin ibu saya*
*Hah, ngomongin gimana?*
*Iya dia bilang, ih kamu mah punya ibu teh meuni kaya gitu*
*Eits Gugum diem dulu, biar Kamil yg bicara*
*terus?*
*nah ibu saya teh bilang kenapa atuh nelpon teh jam segini, meuni ga tau waktu*
Gugum pun diam..
*Kamil sakit hati ga ama Gugum?*
*berani* sambil dengan sigap segera memegang idung Fichri
*Fichri berani ga megang hidung Gugum?*
Tak lama siang harinya mereka sudah main bersama lagi.. hehehe =)
lucky to have been where i have been =)... alhamdulillah
Dua bulan terakhir ini ada yang baru di sekolah kami. Apakah itu?? eng..ing..eng ini dia
Euphoria akan datangnya loker ini menghadirkan beberapa celoteh lucu anak-anak.
Kalo cowo lain lagi.. ketika lagi ngajar di musola besar..
Adiem : bu.. kira-kira pelajaran sekarang butuh pake pensil ga??
B'anggun : butuh donk.. pulpen juga boleh
Adiem : ohh kalo gitu, bentar dulu ya bu.. ambil dulu ke loker

Jumat bada ashar sebelumnya pun saya merasakan hal yang sama, selepas doa bersama dengan kelas 12 -yang malah senin besok 20 april 2009 sudah akan menghadapi UN lebih dulu dibandingkan adik-adik kelas 9nya-. Iya perasaan yang sama yaitu, tak percaya waktu begitu cepat berlalu dan berat untuk melepaskan.
Memang begitu berat ketika melepaskan kepergian orang-orang yang kita sayang, terlebih ketika orang tersebut sudah menghabiskan banyak kebersamaan dengan kita dan menorehkan banyak kenangan.
Tapi ketawa-ketawa sama temen, siapa sih yang ngga seneng? tul ngga? apalagi kalo pas lagi kumpul-kumpul udah lama ga ketemuan. Huuu seneng banget rasanya cerita-cerita menertawakan kebodohan di masa lalu atau berbagi cerita lucu yang dialami di kehidupan sekarang-sekarang ini.
Lingkungan yang penuh tawa ini alhamdulillah saya dapatkan, baik di lingkungan sekolah, lingkungan kampus jaman dulu, dan sampai sekarang di tempat kerja pun begitu. Tapi kadang-kadang tawa itu ditimbulkan ketika udah ada kejadian ejek mengejek *atau kalo temen saya bilang aatahan*. Kadang-kadang saling mengejeknya ini jadi seperti kebiasaan, tapi buat saya itu merupakan indikasi keakraban. Nah kalo soal aatahan ini, saya cukup sering jadi objek penderita entah itu dibilang jurig baso, rewog, tukang males mandi, buleud, buntelan, areng, bola, sampe ketokan pintu yang bergambar singa pernah jadi korban disama-samain ama saya. =(
Beberapa kali saya menyesal dengan keatahan yang telah saya lakukan.............
Sempat dulu, seorang rekan kerja yang sangat tidak suka pelajaran matematika dan cukup hobi ngaheureuyan saya (*heureuy = bercanda*), saya isengin. Habiisss siapa yg ga ketawa coba ketika ada yg bilang "ahh rumus phytagoras juga saya tau ko, alas kali tinggi bagi dua kan".. huaakakakkak.. mulailah kriminalitas setelah itu pun terjadi, entah meninggalkan soal yang rumit di papan tulis dan melarang anak-anak menghapusnya karena setelah jam pelajaran saya adalah pelajaran beliau, "suruh bu ir ngerjain ini dulu yaa sebelum ngajar" (doh) atau heureuyan-heureuyan lain yang saya sangkut-sangkutin ama permatematikaan.
Beberapa waktu lalu, ada keatahan lain yang saya sesali. Ketika dunia facebook mulai digandrungi, fasilitas-fasilitas yang disediakannya pun banyak dimanfaatkan orang. Salah satunya fasilitas ng-tag foto *tentu saja dipake untuk aatahan juga hehe =D*. Setelah sempat saya ditag di bola dan ketokan panto singa, otak kriminal atah kembali muncul. Jadilah saya search gambar kalong *anak kelelawar* di google, kemudian saya upload ke fb dan taraaaa.. eng ing eng saya tag lah tersangka yang sudah men-tag saya di bola tadi. Huhuhu.. jahat yaa????? astagfirullah.. =( Menyesal memang tak pernah di awal..
Dan katanya sekarang sang beliau ga mau ngomong ama saya tiga hari *pundung*.. hueeee.. *bahkan bubur bangkok yang biasa dimintanya, ga ngaruh ketika saya kabita-kabitain.. haduu kalimat yg aneh*
Memang terkadang, kebiasaan atah itu bisa mengakrabkan, tapi kalau berlebihan ga baik juga ternyata. *memang segala suatu yang berlebihan itu ga baik kan yaa?*. Bukan berarti saya ga menahan diri, selama ini uda beberapa kali saya mengerem diri sendiri untuk ga keterlaluan dalam bercanda, tapi kadang-kadang euphoria aatahan begitu menghanyutkan (doh)
Mulai kapok sekarang.. =( intinya memang pengendalian diri.. hosshhh
Hari Sabtu kemarin merupakan acara penutupan dari rangkaian materi yang saya dapat selama delapan pekan terakhir tersebut. Pemberi materi pamungkasnya adalah Ust. Budi Prayitno. Banyak cerita menarik dari beliau sepanjang pertemuan terakhir tersebut yang cukup mengaduk-aduk emosi saya (memang paling seru kalo mendengar kisah seru kehidupan orang lain..apalagi yang mengharukan huhu) dan kali ini saya ingin membagi salah satu kisah yang diberikannya kala itu -yang membuat saya saeutik balilihan- ='(
Tersebutlah Mas Eko dan Teh Dian, muda mudi kampus pada masanya. Sang jajaka insinyur lulusan institut ternama, sang mojang adalah bunga dari kampus yang sama, idola banyak pria. Ternyata Tuhan mempertemukan mereka sebagai jodoh satu sama lainnya, menikahlah mereka. Ketika ditanya "bagaimana mas eko rasanya mendapatkan bunga kampus?" Beliau menjawab, "wah perjuangannya luar biasa, persaingan ketat, tapi alhamdulillah saya yang terpilih"
Penyakit lupus ini tak ramah, mulai menyerang rahim sang istri tercinta. Sampai akhirnya 9 tahun penantian menjadi orang tua ditamatkan dengan harus diangkatnya rahim dari teh dian. "uterina, nama anak kita yang pertama yaa" diucapkannya sambil tersenyum pada teh dian ketika uterus sang istri telah diangkat melalui operasi. =(
Belum selesai sampai di situ, beberapa waktu kemudian bagian otak pun mulai terganggu oleh sang penyakit, hingga harus dilakukan operasi pemasangan selang pada bagian kepala (saya sendiri bingung seperti apa dan kenapanya.. bahkan untuk membayangkannya saja tak tega). Karena sudah berhubungan dengan otak tentu saja kesadaran pun ikut terganggu. Akhirnya rumah pun mulai ditata seperti rumah sakit, untuk merawat inap teh dian sang istri pujaan.
Dengan kondisi istri yang sudah tak bisa lagi "berbakti", tentu saja mengundang banyak pertanyaan di hati orang-orang. Pak ust. Budi pun sempat bertanya kepada Mas Eko
"Mas, ga ada niatan untuk cari istri lagi?" kemudian dijawab
"Wah Kang Budi, Dian itu lagi sakit, saya ga mau nambah satu lagi sakit di hatinya karena saya mencari istri lagi"
(krik..krik.. udah mulai kasuat-suat hati saya denger jawaban ini)
"Hmm.. lalu gimana perasaannya setiap hari berhadapan dengan orang sakit mas?"
"Ahh kan Kang Budi sendiri yang pernah bilang sama saya, kalau kita menengok orang yang sakit, 70000 malaikat akan mendoakan kita. Nah kebayang kang, saya setiap malem meluk orang sakit, setiap malam 70000 malaikat mendoakan saya. alhamdulillah"
Subhanallah.. ketegaran luar biasa, kecintaan luar biasa. Balilihan lah saya ketika itu, sambil sedikit di tahan, da malu atuh banyak orang =P
*saya memang paling mudah terharu ketika mendengar kisah tentang kehilangan atau kisah cinta yang tulus dari seseorang terhadap pasangannya. Seperti waktu baca blognya kang fanny yang baru saja ditinggal oleh sang istri tercinta atau ketika nonton film ps : i love you. huhuhuhu.. mengharu biru.*
Kalau kata ust. Budi sendiri hikmah dari kisah ini adalah betapa ketika akan menikah kita "memilih" pasangan yang terbaik untuk kita, akan tetapi di masa yang akan datang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya. Seorang bunga kampus yang sehat dan menawan hati pun di masa yang akan datangnya bisa menjadi penyakitan yang butuh perhatian "lebih". Harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.. ya harus siap.... hmmm sudah siapkah saya???
*kalo ga disiap-siapin mah ga akan siap-siap, betul?* hihi =) mari bersiap-siap =) bismillah ...
Ya sejak kecil, saya sudah suka pelajaran matematika. Terlebih ketika smp, terbukti dengan nilai EBTANAS matematika saya ketika itu, yaitu 9,75 (salah satu soal saja.. huhu.. kalo ga salah tentang lingkaran gitu deh..). Beranjak SMA kecintaan saya pada ilmu berhitung itu tak pudar, hanya saja prestasi tak secemerlang dulu. Mungkin karena materi matematika SMA yang sudah mulai ribet atau karena prestasinya tak terlihat menonjol karena ternyata di sma saya banyak yang lebih pintar matematikanya hehehe =D
Tak heran kan ketika SPMB tiba, saya pun memilih jurusan MATEMATIKA ITB. Tapi di luar dugaan matematika perkuliahan ternyata sangat berbeda jauh dengan matematika sekolah (ya..iyaa lahhh). Tapi tetap tak mengurangi kecintaan saya pada ilmu tersebut. Memang kecintaan ini tak juga membuat prestasi saya menjadi luar biasa ketika kuliah, asal lulus tepat waktu dan dapat predikat memuaskan tanpa kata 'sangat' di depannya pun tak apa.. hehe.. cukuuuppp bagi saya.
Lulus kuliah tentu saja ingin terjun ke dalam dunia kerja dan memilih untuk jadi guru ( guru matematika donk, merasa tidak cukup kemampuan dan kemauan untuk jadi guru olahraga mah haha =D). Tahun pertama mengajar saya ditempatkan di MTs. Masih inget kan prestasi kematematikaan saya yg cukup gemilang di smp? saya pun sangat pede untuk ngajar matematika tingkat menengah pertama.
Memasuki tahun kedua, saya tak hanya ditempatkan mengajar di MTs saja tapi juga di MA, agak-agak deg-deg serr ketika ditugaskan, karena jujur saja kalo pelajaran matematika SMA huehehehe.. sayanya juga kudu belajar lagi. (alasan lain deg-deg seerr nya, agak ga pede juga ngadepin murid sma yg umurnya ga beda jauh, bisi lebih bubudakeun guruna haha). Tapi alhamdulillah, setelah dijalani seru juga. Heboh tiap mau ngasih materi baru, karena kudu belajar dulu semaleman. =P
Yah saya sangat menikmati ketika pada akhirnya dunia kerja yang saya tekuni pun tak jauh dari ilmu yang saya senangi, sesuai dengan kemampuan dan kemauan. Pengennya sih menularkan kesenangan ini pada murid-murid saya, tapi tak semua murid punya kemampuan dan minat yang sama dengan saya. Malah cukup banyak juga yang sudah antipati duluan dengar kata matematika.
Kalau soal metode pengajaran bagaimana membuat murid yang tidak suka menjadi suka matematika, saya masih harus banyak belajar. Kuliah 4 tahun di jurusan non pendidikan, tentu saja tidak mengajarkan saya tentang RPP, KKM, dan kawan-kawannya, apalagi ngajarin tentang metode pengajaran mengasyikkan buat anak sekolah. Ga ada, makanya saya masih harus banyak berguru pada senior dan buku-buku ttg pendidikan. Selama ini sih, konsep saya hanya membuat suasana belajar yang santai dan menyenangkan, merumuskan masalah sesederhana mungkin, tidak membuat frame sulit sejak awal dan satu poin penting : membuat kehadiran saya nyaman diterima di tengah-tengah kelas.. yah alhamdulillah selama satu setengah tahun mengajar, konsep itu cukup membantu saya =) tapi masih harus kudu belajar lagi nih.. hossh.. biar jadi guru kreatif!! =D
Balik lagi ke topik murid yang tidak suka matematika, tak bisa saya paksakan ketika memang ada murid yang kemampuannya kurang di bidang yang saya minati ini. Ga boleh donk saya bilang 'iih otak kiri kamu ga jalan banget sih'.. wakwaw, guru macam apa itu! Kemampuan dan minat setiap orang itu berbeda. Kalau semua orang hanya cinta dan ahli matematika, tidak akan ada keseimbangan di dunia. Tapi meski begitu, saya pun punya satu keinginan, minimal setelah saya mengajar, saya ingin mereka tidak lagi membenci matematika.. itu saja sudah cukup buat saya =) karena matematikaku, matematikamu juga nak, matematika kita semua =)
Semoga saya amanah dalam mengemban tugas mulia inih yaa.. hihih =) amin..
Tulisan ini dipersembahkan untuk irma susanti 'sang master bahasa di sekolah kami' =).. hehehe maaf yah, kieu tah mun heureuy wae gawean teh, sok jadi kaleuleuwihi =) hapunten samudaya kalepatan.. Jangan lah kau tidak suka kepadaku, seperti kau tidak suka pada ilmu menghitung heuheu.. as u said, everybody has her/his own ability =).. and your 'communication ability' always makes me proud of you, sis! =)
kurang refreshing apalagi coba??? =P
Dimulaylah tebak-tebakan soal matematik ala kami
Muslim adalah seorang pelawak dengan perbandingan lawakannya garing dan lucu adalah 1:4. Jika muslim telah melawak sebanyak 40 kali, berapakah peluang kurnia tertawa??
Soal lainnya :
Jika dua buah lampu, masing2 menyala 3 detik sekali dan 4 detik sekali. Pada detik ke berapakah kedua lampu tersebut akan menyala lagi bersama-sama?
CURHAT mode : ON
Kalau ngomongin soal mimpi, pasti jadi teringat hasil karyanya Andrea Hirata, tetralogi yang sungguh sangat menginspirasi banyak orang. Anak desa yang berani bermimpi setinggi-tingginya sekolah ke luar negeri dan akhirnya kesampaian.
Saya sendiri kalau udah ngomongin soal mimpi atau katakanlah cita-cita *saya bingung membedakannya, buat saya sih sama saja*, sangat identik dengan profesi saya sekarang ini, guru!
Ekspresi orang berlainan ketika tahu profesi saya sekarang, terutama setelah tahu saya lulusan ITB dan akhirnya *hanya* menjadi seorang guru. Tidak jarang saya menemukan ekspresi keheranan *terutama dari orang yang belum terlalu kenal saya*. Seperti kemarin ketika saya bertemu dengan Nora, -wanita kristiani yang taat, cantik dan pintar-, di seminar kupas tuntas UN 2009 di diknas.
Kemudian muncul lagi pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan *ko mau jadi guru sih?* dan lagi-lagi saya punya jawaban yang sama *pengen..*
Yah sesimpel itu jawaban saya karena memang tidak ada lagi alasan lain. Tidak perlu saya jabarkan alasan muluk-muluk : ingin mencerdaskan anak bangsa, biar awet muda bergaul sama anak-anak, atau pengen punya amalan yang tak pernah putus *ini mah emang pengen denk hehe* dan lain lain kan???
Ketika orang-orang sering berpetuah 'gantungkanlah cita-cita setinggi langit', saya malah jadi bingung. Jujur, buat saya jadi guru memang cita-cita, tapi anggapan beberapa orang mematahkan dua kata selanjutnya dari petuah di atas.
Jujur saja dulu juga saya gengsi, bohong kalau saya bilang saya ga pengen bekerja di perusahaan ternama dengan gaji berjuta-juta, bohong kalau saya bilang ga sirik liat teman yang pakai setelan gaya eksekutif muda berkantor di ibukota... tapi hasrat kenyamanan saya terlalu tinggi dan saya termasuk orang yang sangat mengikuti kata hati.. makan deh tuh gengsi!
Saya lebih memilih nyaman melakukan yang saya lakukan daripada pusing mikiran apa yang orang bilang. Jadi biarlah cita-cita saya mungkin tidak setinggi langit, tapi mudah-mudahan jadi amalan sampai ke langit *hadahhh.. apa pula bahasa ini*
Nah ketika ada juga orang yang bilang 'keluarlah dari zona nyamanmu, raih cita-cita, hadapi tantangan' saya juga jadi bingung.. Hasrat kenyamanan saya begitu besar, begitu juga dalam meraih cita-cita. Tantangan yang saya hadapi malah sangat saya nikmati dan jadi suatu kenyamanan tersendiri buat saya *da mun teu nyaman mah hoream atuh ngalakonannana*
Saya tipikal orang yang ga mau ngejelimet, tidak terlalu berambisi dalam segala sesuatu.. yang sederhana-sederhana aja lah.
Ahhh tapi saya mah ga mau bingung sama petuah orang.. let it flow aja lah hidup mah jangan banyak berteori.. cuman sekali ini, kalo kebanyakan teori nanti tak ternikmati.
Setelah jadi guru ini saya pengen punya tempat penitipan anak atau baby schooling atau paud atau apapun namanya. Saya pengen ngbantuin para wanita karir yang sibuk di kantor agar anak mereka tetap terdidik dengan baik di masa-masa usia emasnya. Tentu saja dengan sebelumnya bersekolah dulu, tak apa lah kalau perlu saya ambil s1 lagi tentang paud (pendidikan anak usia dini).. *saya tertarik sekali dengan jurusan S1 PAUD al-azhar Jakarta.. mengajarkan mendidik usia dini secara islami.. mau mau mau*.. niat saya sekolah lagi juga da memang pengen diajar lagi bukan buat sekedar nambah gelar master di belakang nama.
Saya juga pengen fokus kursus menjahit, bener-bener pengen bisa ngejahit terutama baju anak-anak buat anak sendiri hehe dan pengen buka toko online pakaian anak-anak hahaha =D
Udah gitu pengen jadi bu RT *rumah tangga dan rukun tetangga* =D, anggota pengajian ibu-ibu di kelurahan, aktif di posyandu, nganter anak ke sekolah pake sepedah.. ahh kepengeeennn saya banyak emang *atau struktur kalimatnya seharusnya emang banyak sekali yang saya pengenin yaa* sigana mah salah duanana denk hehe=D
Tuh kan saya juga punya cita-cita ko, biarlah sederhana, tapi saya nyaman memimpikan dan berusaha meraihnya.. bikin hidup saya lebih berwarna dan tidak hampa.. cita-cita mu apa hey kawan?? saya percaya semuanya pasti luar biasa hihi
CURHAT mode : OFF
Hay.. apa kabar dunia?? tetep asik?
Dialog 1
Adiem : Bu Anggun, cantik sekali hari ini =)
Bu Anggun : makasih adiem, kan emang cantik setiap hari =D
Adiem : mmmm, cuma ampe hari ini aja deh ya bu yaa
Bu Anggun : =(
*tampak sang murid il-feel dengan gurunya yang narsis..hahah*
Dialog 2
Semua : samaiiiiiin...
Bu Anggun : sip
Fadhlih : iya bu, samain ama jawaban temen sebelah
bang thoyib pake kawat gigi, yu ah mariii =D
Hari Senin kemarin, sang guru Bahasa Indonesia kelas 7, juragan-wati Tasik, sedang sakit. Akhirnya murid-murid diberi tugas untuk membuat pantun tentang perjalanan ke dufan (karena memang materi terakhir yang diajarkan tentang pantun). Inilah hasil karya mereka, akan saya suguhkan sebagai oleh2 untuk anda haha =D
nonton singa
silaturahmi sama mbah marijan
disuguhi mie tek tek
gara-gara di dufan hujan
jadi pertama ke meteor attack
makan telor dadar di dalam bus
kalau lapar makan di colombus
(hehe.. kemarin itu memang jatah makan siangnya menukarkan kupon di colombus)
pulang sekolah main gundam
permainannya sangat susah
di dufan naik arung jeram
udahnya langsung basah
Juleha makan kue ali
pulang-pulang naik kebo
ke dufan naik rajawali
pas naik ga rame bo!
si adam anaknya bodo
orangnya ga suka nanya
kalau kamu ga naik tornado
bukan ke dufan namanya
ngasih kado ke atlit sumo
naik tornado sedia antimo
kalung jimat dipake karla
kalau mau istirahat naik bianglala
jalan-jalan ke medan
ketemu nana mirdad
waktu ke dufan
ketemu sama irsyad
beli mangga bareng kaka
ada kuda buntutnya dikucir
ular berdesis
pergi bareng sama si Alya
hari Jumat kita jumatan
liburan semester pergi ke Bengkulu
perginya jalan kaki
waktu aku ke dufan
hatiku senang sekali
naik kereta eksekutif
jangan lupa beli tiketnya
kalau murid kreatif
siapa dulu donk gurunya =D (tebak ini bikinan siapa? hehe)
burung irian burung cendrawasih
cukup sekian dan terimakasih =)
Awal-awal jadi guru, mamah sempat bilang 'beli sepatu baru donk nggun!', tapi ketika itu saya masih santai-santai saja pakai sepatu yang saya pakai ketika seminar TA, ahh belum terlalu lama juga, masih cukup bagus dan nyaman dipakai. Lagian belum ada nu dipikabogoh (sepatu barunya maksudnyaaaaa..) Tapi suatu hari ketika jalan-jalan di BIP, saya menemukannya. Pertama kali melihat jatuh hati dengan warnanya (entah kenapa untuk barang pakai, baik tas, sendal, sepatu, baju, ataupun kerudung saya suka sekali dengan warna putih). Begitu dicobain, tambah sukaaaaaaaa. Nyaman sekali dipakainya, di dalam sepatunya ada bantalan gitu, jadi empuuk dan ga akan bikin lecet. Setelah dicobain, sempat disimpan lagi di rak toko nya. 'ahhh tar dulu dehh, tunjukin dulu ke mamah' (ketika itu mamah lagi ada di bagian lain dari bip)
Beberapa bulan pake sepatu itu.. dan masih bertahan jadi sepatu favorit. Ke sekolah, kongkow sama teman-teman, bahkan ke acara akhir LSS saya pakai tuh sepatu (padahal kan ke gunung yaa acara akhir teh?? dan sepatunya tipikal sepatu feminin, tapi sengaja saya pakai soalnya kalau ke tempat bertanah-tanah gitu sepatu mudah kotor, dan satu lagi keunggulan sepatu ini adalah mudah dibersihkan karena bahannya yang dari...hmm dari apa yaa, saya juga ga tau denk pokonya mudah dibersihkan aja =D).
Tapi ternyata waktu berlalu dan saya yang walaupun rasa kepemilikanny besar tapi kurang oke dalam merawat. Sepatu itu hampir kejemur tiap hari di sekolah, karena tipikal sekolah saya adalah sekolah tanpa alas kaki.. hehe kami hobi nyeker memang. Sepatu yang seharusnya bisa disimpen di rak sepatu khusus guru, kadang-kadang saya biarkan di depan pintu terjemur matahari bahkan kadang-kadang terinjaki. huhuhu jadilah warnanya yang putih bersih akhirnya berubah jadi sedikit gading, maaf ya, tu. =(
Sepatu itu tampak mulai memasuki akhir masa pakainya. Ketika hari Kamis tanggal 5 Februari kemarin, saya dan para awak sekolah pergi jalan-jalan ke dufan. Saya pakai sepatu itu tentu saja. Hujan menerpa, kami pun takkan lepas dari basah-basahan. Badan boleh terpayungi, tapi kaki kan tetap basah. Sang sepatu favorit pun turut basah, udah basah teh masih sempet-sempetnya saya pakai buat lari-lari dari satu wahana permainan ke wahana lain. Ahhh dasar bu guru yang suka bermain. Ketika itu, saya mulai merasa ada yg ga beres ama sepatu. Ketika dilihat ternyata solnya sudah mulai menganga..hiks hiks.. akan menemui ajal ini mah.
Pulang dari dufan langsung saya cuci bersih, masih berharap mudah-mudahan masih bisa dipakai untuk seminggu ini, aku masih cinta kalau kata vina panduwinata mah=(. Kemarin jalan-jalan pun masih belum menemukan penggantinya yang pas di hati.
tu..tu..sepatu masih mau nemenin saya kan? seminggu lagiii ajah. Sabar yaa!!
Sepatu baru yang bagus, enakeun, ga bikin lecet, dan tidak mahal harganya.. tunggulah aku! insyaALLAH belajar dari kesalahan, akan lebih hati-hati dalam merawat barang!! =)
Di hari itu tahun 2008 kemarin, saya cuma senyum-senyum sendiri hehe.. berasa gaya, punya hari peringatan sendiri, selain hari ulang taun =D Beberapa murid mengucapkan 'selamat hari guru, bu' sambil lalu dan lagi-lagi saya cuma bisa senyum-senyum sendiri =D dan hari itu pun terlewati dengan saya yang banyak tersenyum sendiri.
Keesokan harinya, di waktu istirahat pertama (sekitar pukul 09.40), ruang guru dikejutkan dengan sesuatu hal.
Pintu tiba-tiba tertutup, saya dan beberapa guru cuma bisa papelong-pelong, kemudian tiba-tiba pintu terbuka kembali dan masuk segerombolan anak kelas 9 sambil membawa gitar dan bernyanyi sebuah lagu yang saya sendiri ga tau judulnya apa, pokonya yang ada liriknya 'maafkan kesalahan-kesalahan kami...'
Setelah itu diikuti beberapa orang lagi masuk sambil membawa dua loyang besar es krim. Ruang guru jadi penuh sesak oleh murid-murid, kami yang lagi di ruang guru hanya bisa tercenung, bertanya-tanya ada apa gerangan, dan baru menyadari beberapa detik kemudian setelah ada yang berkata
selamat hari guru!!!!! =)
haaaa.. so sweet banget kan ucapan dari murid-murid ku??? es krim nya bikinan mereka sendiri lohh, ceritanya modalnya hasil patungan uang jajan mereka gitu.
*makasih yaaa, nak=)*
Satu lagi hal seru yang dialamin karena jadi guru adalah jadi pembina upacara.(bukan ..ini bukan foto pas saya jadi pembina.. biar kebayang aja gitu suasana upacaranya kaya gimana jadi di-upload lah yang ada.. haha)
'Semester dua ini semester penentu yang tidak akan terasa berlalunya. Apalagi di sekolah kita yang banyak sekali kegiatannya. Februari nanti akan ada tanaju ke Jakarta, belum lagi Mei kemah alam, lalu science expo, kunjungan pendidikan dll. Nanti tiba-tiba UN sudah di depan mata utk kelas 9 dan 12, ujian sekolah penentu kenaikan kelas juga menghampiri untuk yang lainnya. Oleh karena itu, waktu di semester dua ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Tak lupa iringi semangat belajarnya dengan semangat beribadah dan beramal baik juga. Karena setelah ikhtiar, ALLAH lah yang menentukan hasilnya. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Jika yang kita lakukan adalah hal-hal yang baik, maka insyaALLAH yang kita peroleh pun akan baik pula, begitu pun sebaliknya. Kata-kata ini nyambung ke rangkuman kisah 10000 rupiah = 1 buah motor. =D
Kalau di Palestina sana kaum muslimin berjihad melawan Israel, jihad kalian di sini adalah melawan kemalasan dan kebodohan. Yah tetap semangat, mari kita awali semester dua ini dengan mengucapkan basmalah bersama-sama. Bismillahirrahman nirrahim =)'
Saya sendiri di taman ini sibuk ngajak main De Ichan. Mulai dari nemenin naek korsel yang minimal harus 2 ronde dulu baru dia mau turun sampai mangku di kereta mini sambil nunjukin 'de..de liat tuh ada monyet', 'tu burung merak de' atau 'waa itu ada dinosaurus'.
Maen di taman ini ga terlalu lama karena siangnya kita harus menghadiri undangan tea ning. Kembali ke hotel, dandan dindin, kemudian hadir ke undangan. Saya, mamah, dan ade-ade kenyang makan, papap kenyang ngobrol dengan teman-temannya. Setelah dari undangan, siap-siap check out hotel dan menuju ke Candi Borobudur. asik..asik

Hayu pap, liburan selanjutnya kita kemana?? =p
Saya sepulang kerja, buka pintu rumah mengucap salam kemudian dilanjutkan kalimat 'adeeeeee... teteh pulaaaang'
yaa yaa yaa, dia sudah jadi kesayangan kami semua.
.jpg)

Di balik setiap musibah, memang terkandung hikmah. Musibah yang menimpa sanak saudara kami, mendatangkan oos united, satu anggota baru lagi. Adik kecil yang mendatangkan keceriaan baru di rumah kami. Semua yang sudah digariskanNya adalah yang terbaik, mudah2an kami bisa mengemban amanah ini untuk menjaga Ichan dengan baik.Mohon doanya semoga Ichan tumbuh jadi pemuda yang soleh, sopan, cerdas, aktif, kreatif, inovatif, berdaya juang tinggi, penuh rasa empati, lincah dalam berorganisasi, jago berolahraga, pintar bermain musik, tak lupa pandai mengaji. Semoga jadi orang yang sukses di dunia dan di akhirat nanti. amin =)
Dulu saya sempat dapat kata-kata bijak dari seorang teman
tapi ga semudah itu ternyata...... terutama untuk bersabar.
Ketika sedang TA, bertemu dengan dosen pembimbing yang luar biasa perfeksionis tapi terkadang tidak realistis dengan waktu konsultasi yang disediakannya dan akhirnya sering terkena semprotan 'kata-kata sayang'..... sabaaarr, harus sabaaarr
Ketika berhadapan dengan bos besar yang sangaattt visioner tapi tak realistis pula dengan keadaan .... sabaarr, haruss sabarr
Ketika ditinggal nikah oleh pujaan hati, hilang handphone di angkot, sakit cacar menyerang di saat lagi sibuk berkegiatan, koneksi internet payah ketika tugas menanti deadlinenya, hasrat belanja menggebu-gebu ketika dompet tebal hanya dengan kartu dan recehan, bukan dengan duit lembaran berwarna merah, ketika ketemu orang yang sangat tidak sevisi, ketika orang kesayangan sedang sangat jauh dari hidayah, ketika mengajar di kelas yang murid-muridnya alhamdulillah luar biasa lincahnya ...... sabarrrr, harus sabarr
Begitu banyak hal yang menuntut kesabaran, tapi ada satu hal yang saat ini buat saya merupakan ujian kesabaran terberaaaaatt. Bisa jadi itu hal kecil, tapi bagi saya luar biasa bikin susah untuk bersabar, yaitu : berhadapan dengan supir angkot yang hobi sekali ngetem.
Beginilah nasib wanita mandiri manis sekali yang belajar nyetir tapi ga bisa-bisa (ini karena faktor sulit menyempatkan waktu untuk melancarkan di jalan, bukan karena tingkat intelejensi yang kurang loh yaa :D) dan minta dibeliin motor tapi ditentang keras oleh orang tua dengan alasan keselamatan!! Jadilah harus bersahabat akrab dengan angkutan kota.
Dan sayangnya sering sekali bertemu dengan supir angkot yang hobinya ngetem mencari penumpang.. arrrrghh kadang-kadang bisa gila kalo udah angkotnya diem seribu bahasa ga maju-maju hanya terdengar suara ajakan 'ciber..ciber...cibeberrr' atau 'hanjuang..hanjuang.. cihanjuang' padahal jelas-jelas yang diajaknya teh ga adaaaaaaa...
Doakan saya bisa lebih sabar, ya teman!!
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al- Baqarah : 153)
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu
mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan(QS Ash-Shaff : 3)
Nahh lalu apa hubungannya hobi baru ini sama judul di atas??
Nah suatu hari, saya pun naik ojeg bersama seorang bapa, sebut lah Pa Bagas (bukan nama sebenarnya)
Nah hari itu, saya kelupaan untuk menyediakan uang pas sejumlah 10000, jadilah saya membayar Pa Bagas dengan selembar uang 20000an.
(jadi intinya, saya bayar lagi aja ke Pa Andi karena beliau takut sulit bertemu dengan Pa Bagas untuk mengambil ongkos saya, biarlah uang saya di Pa Bagas jadi investasi lagi)
'Neng, masih inget sama Pa Andi??'
'Iya pak, kenapa gitu?'
(saya tercengo-cengo ketika itu)
'Saya kesel neng sama dia, ko dia ga jujur. Kemudian dia melanjutkan bilang 'motornya baru saja dicuri orang'. (Haaaaaa.. saya makin tercengo-cengo)
'amin'
Tapi kalau diartikan secara denotatif, mungkin bisa diterjemahkan menjadi : 'dunia itu luas sekaliiiii ga cuma segede daun kelor.. begitu banyak hal yang ada di dalamnya..'
tapi terkadang kalimat itu ga berlaku juga ternyata, malah yang kejadian adalah sebaliknya. Kadang-kadang loh yaa, "dunia itu kaya selebar daun kelor ajah" (padahal saya sendiri ga tau daun kelor itu segede apa hehe)
Pernah ngalamin ga sih?? ternyata suaminya temen itu adalah saudaranya tetangga sebelah rumah, guru di sekolah itu adalah temennya mamah waktu jaman kuliah, tante nikah sama pamannya sahabat, atau kakaknya temen adalah temennya temen kakak temen saya (pusing pusing dehh hehehe).. yah kejadian-kejadian semacam itu lahh
Saya rasa cukup sering kejadian kan hal begituan??? betapa terkadang terasa kecil sekali dunia.. begitu banyak hubungan yang terjadi antara satu orang dengan yang lainnya.
Dan itu yang saya rasakan ketika melihat satu barang ini (yang sudah sangat saya hapal bentuknya karena satu sampai lima tahun yang lalu sering sekali saya lihat yang serupa meski tak sama) terpajang di antara tumpukan puluhan piala yang tertata rapih di ruang guru, tempat nongkrongnya saya tiap hari dari senin sampai jumat. (perhatikan kata puluhan piala donk.. ehhmm mencoba menegaskan sekolah dengan banyak prestasi sebetulnya hehehe.. pamerrr)

Yayaya.. dulu ketika jaman saya masih kelas 3 sma, plakat ini merupakan penghargaan atas keikutsertaan peserta suatu acara pasanggiri kabaret sunda yang diselenggarakan oleh salah satu unit kegiatan mahasiswa di ITB yang setahun kemudian hingga empat tahun selanjutnya jadi tempat saya berkegiatan, berkesenian, berkeluarga (memiliki teman seperti keluarga maksudnya =D)
Unit kegiatan mahasiswa yang pada akhirnya selama kuliah menjadi rumah kedua saya, Lingkung Seni Sunda ITB.
Dan kini saya menemukan prasasti (beuh kesannya pelajaran sejarah aja) peninggalan kegiatan LSS dulu kala di tempat yang saat ini telah menjadi rumah kedua saya pula, sekolah tempat saya mengajar dan belajar, MTs-MA Asih Putera.
Senang saja rasanya, dua bagian penting dalam kehidupan saya ternyata sempat ada 'hubungan khusus' di masa lampau (kesannya berabad-abad yang lalu gtu yaa pake kata lampau=D hihi)
Dunia memang selebar daun kelor ternyata (ahhhh daun kelor teh segede apaaaa siiiiiihhhh???)

Recent Comments